PONOROGO, – Ribuan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar aksi longmarch dari depan Kantor Dinas Pendidikan menuju Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ponorogo.Aksi itu digelar terkait pemindahan Katenan sebagai Kepala SMKN 1 Ponorogo ke SMAN 1 Tegalombo, Kabupaten Pacitan.Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Ponorogo, Tohari, mengatakan bahwa aksi sekitar 2.000 guru tersebut merupakan tindak lanjut dari somasi pertama yang telah disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, pada 2 Desember 2025.Diketahui, somasi pertama tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari Khofifah atau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim."Somasi ini kami tujukan ke Gubernur Jawa Timur, ini tembusannya kami serahkan ke kantor Cabdindik. Surat ke Gubernur sudah kami kirim, tapi aksinya di sini,” kata Tohari di depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ponorogo, Selasa .Baca juga: Malam Tahun Baru Tanpa Pesta Kembang Api, Pemkab Ponorogo: Tak Harus Meriah, tapi...Tohari menyebut, Somasi ke-2 yang dilayangkan ke Gubernur Jatim substansinya masih sama dengan somasi pertama terkait pemindahan Katenan dari Kepala SMKN 1 Ponorogo ke SMAN 1 Tegalombo, Kabupaten Pacitan, tidak sesuai Permendikdasmen RI Nomor 7 Tahun 2025.Pasalnya, Katenan baru menjabat sekitar enam bulan sebagai Kepala SMKN 1 Ponorogo.“Kebijakan negosiasi ini menyisakan persoalan hukum dan administrasi karena dilakukan sebelum masa jabatan minimal terpenuhi. Kepala sekolah baru dapat dimutasi setelah bertugas paling singkat dua tahun,” ujarnya.LKBH PGRI Ponorogo memberikan jangka waktu selama 14 hari untuk Gubernur Jatim dan instansi terkait permohonan somasi tersebut."Jika aturan tidak dijalankan sebagaimana mestinya, kami akan membawa persoalan ini ke Kementerian. Ada utusan yang akan ke Jakarta,” kata Tohari.Baca juga: Kepala Dispendik Jatim Mengaku Belum Terima Somasi dari Eks Kepala SMKN 1 PonorogoSurat somasi ke-2 dari PGRI Pponorogo tersebut diterima oleh staf Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo yang berada di kantor.Hendrias, staf Cabdindik mengatakan, bakal menyampaikan surat tersebut kepada pimpinan baru."Kepala Cabdindik wilayah Ponorogo–Magetan sedang berganti. Hari ini ada pisah sambut di Magetan. Surat ini akan kami sampaikan kepada pimpinan baru yang efektif menjabat mulai 2 Januari 2026," ujarnya.Kusnin, salah satu guru yang ikut melakukan longmarch menyebut, keterlibatan ribuan guru sebagai bentuk solidaritas sesama guru.Dia mendesak agar kebijakan mutasi rekan mereka tidak lagi dilakukan secara sepihak dan tetap berpedoman pada aturan.“Ini aksi solidaritas agar pengambil kebijakan tidak bertindak semena-mena. Aturan dari kementerian sudah jelas dan harus dipatuhi,” katanya.Ribuan guru tersebut akhirnya membubarkan diri setelah menyampaikan surat somasi mereka ke Kantor Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo.Baca juga: Mengayuh Sepeda Jepang di Lereng Gunung Wilis, Sensasi Baru Wisata Telaga Ngebel Ponorogo
(prf/ega)
Ribuan Guru di Ponorogo Geruduk Kantor Cabdindik, Layangkan Somasi Ke-2 untuk Khofifah
2026-01-12 06:25:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:36
| 2026-01-12 05:39
| 2026-01-12 05:13
| 2026-01-12 03:55










































