JAKARTA, - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diduga berperan memperparah banjir bandang di Sumatera, menyatakan telah mengantongi dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).Vice President (VP) Corporate Communication PTPN III, Dahlia Mutiara Chairuman, menyatakan, pihaknya telah memenuhi seluruh syarat, termasuk perizinan hingga AMDAL.Adapun PTPN III merupakan salah satu dari empat perusahaan yang disegel Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena membabat hutan sehingga berperan memperparah banjir.“Kami telah memenuhi semua syarat baik perizinan, termasuk analisis dampak lingkungan. Perusahaan memiliki komitmen tinggi terhadap praktik-praktik budidaya perkebunan lestari,” ujar Dahlia saat dihubungi Kompas.com, Selasa malam.Baca juga: PLTA Batang Toru Diduga Perparah Banjir Bandang, Ini Kata Pengembang Dahlia mengeklaim, perkebunan sawit yang dikelola PTPN III, Kebun Batang Toru, menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan perlindungan keanekaragaman hayati.Tindakan itu merupakan bentuk keterlibatan PTPN III dalam transisi energi dan transformasi industri sawit nasional.Dahlia mengeklaim, PTPN III menerapkan perkebunan sawit berkelanjutan dengan melaksanakan mandatory pemerintah (ISPO) dan sertifikasi internasional (RSPO). “Begitupun terhadap Kebun yang ada di Batang Toru, telah tersertifikasi,” kata Dahlia.Lebih lanjut, PTPN III menyatakan saat ini memprioritaskan pemulihan dampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera, terutama menyangkut pemenuhan kesehatan korban, pemulihan infrastruktur, dan trauma healing bagi anak.Menurut Dahlia, sejak banjir bandang dan longsor menerjang, pihaknya telah mengevakuasi 1.728 jiwa, menyediakan 6 posko keselamatan dan kesehatan untuk menampung warga Desa Simatohir, Desa Bandar Siais, Desa Bandar Tarutung, Desa Benteng, dan Desa Lobu Uhom.Pihaknya juga membuka akses sejumlah daerah terisolir di enam titik, yakni Desa Bandar Siais, Desa Bandar Tarutung, Desa Benteng, Desa Lobu Uhom, Desa Huta Godang, dan Desa Garoga.“Menyediakan kebutuhan hidup dasar baik dalam bentuk makanan, air bersih, obat-obatan, serta pakaian bagi lebih dari 2.000 warga terdampak bencana di Tapanuli Selatan,” kata Dahlia.Sebelumnya, KLH menyatakan telah menyegel empat perusahaan yang diduga berkontribusi memperparah banjir Sumatera yang mengakibatkan hampir 1.000 orang meninggal dunia.PT Agincourt Resources, PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) pengembang PLTA Batang Toru, dan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) disegel pada Jumat . Sementara, PT Sago Nauli disegel pada Minggu .Temuan KLH sebelumnya mengungkap bahwa kegiatan bisnis perusahaan itu dilakukan dengan pembukaan lahan yang membuat sejumlah DAS tertekan.Pembabatan hutan itu memicu material kayu dan erosi dalam skala besar.“Dari overview helikopter, terlihat jelas aktivitas pembukaan lahan untuk PLTA, hutan tanaman industri, pertambangan, dan kebun sawit,” kata Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Rizal Irawan, dalam keterangan resminya, Sabtu .Baca juga: Agincourt Resources Buka Suara soal Disegel KLH Gegara Diduga Perparah Banjir Sumatra
(prf/ega)
Disegel Terkait Banjir Sumatera, PTPN III: Kami Telah Memenuhi Semua Syarat
2026-01-12 05:56:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:10
| 2026-01-12 04:35
| 2026-01-12 04:25
| 2026-01-12 04:17
| 2026-01-12 03:51










































