JAKARTA, - Anggota DPR non-aktif dari Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, mengaku menerima keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR yang dijatuhkan kepadanya secara lapang dada.Sahroni dinonaktifkan dari anggota DPR selama 6 bulan.“Keputusan sudah diputus oleh MKD, dan saya terima secara lapang dada," ujar Sahroni, kepada Kompas.com, Rabu .Sahroni mengatakan, dirinya memilih mengambil hikmah dari yang sudah terjadi ini.Baca juga: Sahroni, Eko Patrio, dan Nafa Urbach Diputus Bersalah, Adies Kadir-Uya Kuya TidakDia mengaku akan terus belajar untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya."Saya ambil hikmahnya dari apa yang sudah terjadi. Dan ke depan, saya akan belajar untuk lebih baik lagi,” tutur dia.Sahroni berkomitmen untuk terus berbenah dan memperkuat integritasnya sebagai wakil rakyat.Diketahui, Sahroni menjadi salah satu anggota DPR yang disorot publik akibat pernyataannya ketika menjawab pertanyaan soal desakan pembubaran DPR.Ketika menjawab pertanyaan tersebut, Bendahara Umum Partai Nasdem itu menuturkan bahwa desakan untuk membubarkan DPR adalah sikap yang keliru.Baca juga: Ahmad Sahroni Datangi MKD DPR Sambil Berlari, tapi No CommentBahkan, Sahroni menyebut pandangan tersebut sebagai mental orang tolol.Sahroni mengingatkan bahwa boleh saja mengkritik DPR, termasuk mencaci maki dan komplain."Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," ujar Sahroni, saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat .
(prf/ega)
Dinonaktifkan 6 Bulan dari DPR karena Ucapan "Tolol", Sahroni: Saya Lapang Dada
2026-01-11 22:52:12
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:38
| 2026-01-11 22:17
| 2026-01-11 22:02
| 2026-01-11 21:38










































