BMKG Jelaskan Kronologi Cuaca Pemicu Longsor Cilacap 13 November 2025

2026-01-12 06:18:32
BMKG Jelaskan Kronologi Cuaca Pemicu Longsor Cilacap 13 November 2025
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan rangkaian kondisi cuaca yang memicu tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Kamis .Longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan berintensitas tinggi selama beberapa hari, yang membuat tanah semakin jenuh air dan rentan bergerak.Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan hujan deras tercatat di Pos Hujan Majenang pada 10–11 November 2025 dengan curah masing-masing 98,4 mm/hari dan 68 mm/hari.Setelah itu, hujan ringan masih turun dan mempertahankan kondisi tanah tetap basah."Rangkaian hujan tersebut membuat kondisi tanah semakin basah dan lereng menjadi lebih rentan terhadap pergerakan," ujar Guswanto dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Sabtu .Baca juga: Update Korban Tanah Longsor di Cilacap: 3 Meninggal, 20 Hilang, 23 Orang SelamatBMKG menyebut hujan yang turun sejak awal pekan membuat kadar air tanah meningkat signifikan.Kondisi tanah yang jenuh menyebabkan lereng kehilangan stabilitas, sehingga pergerakan tanah mudah terjadi saat hujan kembali turun.Pemantauan BMKG menunjukkan curah hujan di Cilacap beberapa hari berturut-turut berada pada kategori sedang hingga tinggi.Keadaan ini menjadi salah satu pemicu utama longsor yang terjadi pada Kamis lalu.Baca juga: Detik-detik Jembatan Hongqi di China Runtuh akibat Longsor Besar di Pegunungan SichuanSecara atmosfer, pola cuaca di Jawa Tengah sedang berada dalam fase yang mendukung pertumbuhan awan hujan.Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer lain, hingga belokan angin di sekitar Jawa memperkuat pembentukan awan konvektif.Guswanto menjelaskan kondisi atmosfer tersebut menghasilkan hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah."Kondisi atmosfer tersebut mendorong terbentuknya awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir serta angin kencang," jelasnya. Selain itu, pusat pusaran angin terdeteksi di perairan barat Lampung dan selatan Bali. Fenomena ini menambah suplai uap air yang bergerak menuju Jawa, sehingga meningkatkan peluang hujan intens.Baca juga: Longsor Sudan Timbun Desa dan Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 1 yang SelamatDirektur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan kelembapan udara berada pada nilai 70–100 persen di tiga lapisan atmosfer, yaitu 850 mb, 700 mb, dan 500 mb.


(prf/ega)

Berita Lainnya