JAKARTA, - Kebiasaan menunda investasi karena menunggu “harga terbaik” kerap menjadi cerita berulang di kalangan investor ritel.Ketika pasar naik, sebagian orang ragu masuk karena takut kemahalan. Saat pasar turun, rasa cemas membuat keputusan investasi ikut tertahan, atau justru terburu-buru menjual.Di tengah pola naik-turun harga yang sulit diprediksi, dollar cost averaging (DCA) kerap disebut sebagai strategi yang membantu investor tetap berjalan, tanpa harus menjadi “peramal” arah pasar.Baca juga: PINTU Hadirkan Auto DCA Explore Plans untuk Investasi Kripto Lebih TerarahFREEPIK/FREEPIK Ilustrasi investasi.Pada dasarnya, dollar cost averaging adalah metode investasi berkala. Investor menyisihkan nominal yang sama secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan, untuk membeli aset tertentu, tanpa terlalu mempersoalkan harga sedang tinggi atau rendah.Dalam praktik, DCA sering ditemui di reksa dana, saham, emas, hingga aset kripto, terutama lewat fitur autodebit atau investasi rutin di platform digital.Singkatnya, DCA adalah strategi menyisihkan penghasilan secara rutin dengan nominal yang sama untuk diinvestasikan secara berkala, tanpa memperhatikan harga NAB (Nilai Aktiva Bersih).Ada dua kata kunci yang membuat DCA menonjol, yakni disiplin dan konsistensi.Baca juga: Ketika Keputusan Keuangan Perempuan Diuji Godaan Investasi dan PinjolDikutip dari Kontan, Head of Research Moduit Manuel Adhy Purwanto menilai DCA membantu membentuk kebiasaan investasi yang lebih tertib.“Strategi DCA membuat investor lebih disiplin dalam berinvestasi,” kata Manuel.Ia juga menambahkan DCA dapat mengurangi risiko pasar terutama untuk instrumen investasi yang memiliki volatilitas tinggi seperti reksa dana saham.Dari sudut pandang perilaku (behavioral), DCA juga sering dipahami sebagai cara “mengurangi beban emosi” ketika pasar bergerak liar.SHUTTERSTOCK/A9 STUDIO Ilustrasi reksa dana, investasi reksa dana. Dividen reksa dana dapat dicairkan tunai atau diinvestasikan ulang jadi modal baru.Baca juga: Investasi Bitcoin di Tengah Volatilitas, Peluang dan Strategi bagi InvestorDengan jadwal dan nominal yang sudah ditetapkan, investor tidak perlu terus-menerus mengambil keputusan “masuk sekarang atau nanti”, yang rentan dipengaruhi rasa takut ketinggalan (fear of missing out/FOMO) atau kepanikan saat harga merosot.DCA membantu mengurangi keputusan investasi berbasis emosi, karena investor menginvestasikan nominal tetap secara berkala tanpa peduli berapa harganya.Dalam DCA, investor membeli unit/lembar aset pada harga yang berbeda-beda seiring waktu.Saat harga naik, nominal yang sama akan membeli unit lebih sedikit. Saat harga turun, nominal yang sama akan membeli unit lebih banyak.Baca juga: Akses Investasi Makin Mudah, Gotrade: Investor Pemula Jangan FOMO!
(prf/ega)
"Dollar Cost Averaging", Cara Disiplin Investasi Tanpa Menebak Pasar
2026-01-12 06:24:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:06
| 2026-01-12 05:41
| 2026-01-12 05:39
| 2026-01-12 05:36
| 2026-01-12 03:52










































