Indonesia Bisa Belajar dari VinFast: Kunci Membangun Mobil Nasional

2026-01-12 09:49:25
Indonesia Bisa Belajar dari VinFast: Kunci Membangun Mobil Nasional
SUBANG, - Pengalaman VinFast dalam membangun mobil nasional Vietnam hingga menembus pasar global dapat menjadi referensi nyata bagi Indonesia yang tengah mendorong pengembangan mobil nasional.CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chau, mengatakan bahwa perjalanan VinFast menunjukkan bahwa pengembangan mobil nasional tidak bisa dilakukan secara instan atau semata-mata berbasis perhitungan bisnis jangka pendek.Fondasi utamanya adalah kepemimpinan yang visioner, konsisten, dan berani mengambil risiko besar sejak awal.“Menurut saya, kalau ditanya lesson learned supaya mobil nasional bisa berhasil, yang pertama harus ada satu orang yang visioner seperti chairman kami,” ujar Chau di sela peresmian pabrik VinFast Subang, Jawa Barat, pada Senin .“Ia benar-benar passionate dan mendedikasikan diri untuk fokus mengembangkan mobil nasional. Bahkan beliau berani mengalokasikan dana hingga 17 miliar dollar AS untuk proyek ini,” lanjutnya.Baca juga: VinFast Resmi Buka Pabrik Mobil Listrik di SubangKompas.com/Donny Kunjungan ke pabrik VinFast di VietnamIa menjelaskan, bagi Chairman Vingroup, Pham Nhat Vuong, pengembangan VinFast tidak diposisikan sebagai proyek komersial semata.Mobil nasional dipandang sebagai simbol kebanggaan nasional yang harus didukung secara menyeluruh, termasuk dengan memperkuat industri pendukung di dalam negeri. “Bagi chairman kami, ini bukan hanya soal bisnis atau uang, tetapi soal national pride. Oleh karena itu, banyak bantuan juga diberikan kepada industri pendukung agar pengembangan mobil nasional bisa berjalan bersama,” kata Chau.Komitmen tersebut, lanjut Chau, tecermin dari pernyataan Chairman Vingroup yang sempat viral ketika ditanya salah satu media internasional terkait hingga kapan akan terus berinvestasi di VinFast. “Saat itu beliau menjawab, ‘Saya akan berhenti berinvestasi jika sudah tidak ada uang lagi di kantong saya’. Dengan itu, beliau menegaskan akan terus mendukung pengembangan mobil nasional sampai titik terakhir,” ujarnya.Dedikasi tersebut juga diterjemahkan ke dalam budaya perusahaan melalui program internal bernama Patriotic Operation, di mana karyawan VinGroup didorong untuk menggunakan produk VinFast, baik sepeda motor maupun mobil listrik. "Jadi kesuksesan VinFast itu juga dimulai dari karyawannya sendiri," ucapnya.Dari sisi struktur bisnis, VinFast berada di bawah VinGroup yang memiliki sumber pendapatan utama dari sektor properti.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa Bikerdok.VinFast Peresmian Pabrik VinFasatKeuntungan dari unit bisnis lain kemudian diinvestasikan kembali untuk mengembangkan VinFast, termasuk dalam penguatan teknologi dan pengembangan produk kendaraan listrik pintar. “Pendapatan utama VinGroup ada di real estate. Selama masih ada profit dari bisnis unit lain, itu akan kami investasikan ke VinFast, karena kami ingin terus mengembangkan smart product dengan teknologi terkini,” kata dia.Dalam konteks global, Chau menilai peluang industri kendaraan listrik masih terbuka lebar, khususnya di kawasan Asia Tenggara.Selama ini, pemain utama manufaktur kendaraan listrik masih didominasi oleh China, Jepang, dan Korea Selatan, disusul India di kawasan barat Asia. “Kalau dilihat peta dunia, Asia Tenggara sebelumnya masih kosong, dan Vietnam masuk mengisi celah itu. Jadi peluangnya sangat besar kalau dikerjakan dengan serius,” kata Chau.Sebagai bagian dari pengembangan kapabilitasnya, VinFast juga telah memiliki kemampuan memproduksi kendaraan khusus, termasuk mobil antipeluru untuk kepala negara, dan masuk dalam jajaran delapan besar produsen global di segmen tersebut.Menurut Chau, rangkaian pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi negara yang ingin membangun mobil nasional, termasuk Indonesia.Baca juga: Pindad Siapkan Pabrik Mobil Nasional di Subang, Produksi 500.000 UnitDok. DPR-RI Kendaraan Maung MV3 Garuda Limousine yang digunakan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri sidang tahunan MPR-RI, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat .Dibutuhkan visi jangka panjang, keberanian dalam berinvestasi, serta komitmen yang konsisten. “Jadi kalau ingin berhasil, memang harus ada seseorang yang benar-benar fokus agar mobil nasional itu bisa terwujud,” kata Chau.


(prf/ega)