Kuota Sekolah SNBP 2026 Diumumkan, Bagaimana Penentuan Siswa Eligible?

2026-01-16 18:09:55
Kuota Sekolah SNBP 2026 Diumumkan, Bagaimana Penentuan Siswa Eligible?
- Kuota sekolah di Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 sudah diumumkan mulai Senin .Kuota ini akan menentukan berapa jumlah siswa yang eligible atau memenuhi syarat dan bisa mendaftar SNBP 2026 berdasarkan akreditasi sekolah.Pada penentuan kuota sekolah ini, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) membedakan jumlah kuota SNBP bagi sekolah dengan akreditasi A hingga C atau yang lainnya.Berikut ketentuan pemberian kuota SNBP berdasarkan akreditasi dari panitia SNPMB 2026:Setelah itu baru akan ditentukan siapa saja siswa eligible pada SNBP 2026. Lantas bagaimana penetuan siswa eligible di SNBP 2026?Baca juga: Kuota Sekolah SNBP 2026 Diumumkan Hari Ini, Cek KetentuannyaKetua Tim Penanggungjawab SNPMB 2026 Eduart Wolok mengatakan, siapa saja siswa yang masuk daftar eligible nantinya akan ditentukan oleh pihak sekolah dan bukan panitia SNPMB."Siswa yang terbaik masuk kuota sekolah, siswa elgible yang menentukan sekolah," kata Eduart dalam konferensi pers peluncuran SNPMB 2026 bulan September lalu yang dikutip Kompas.com melalui akun YouTube SNPMB, Senin .Eduart memberikan contoh, misalnya pada satu sekolah akreditasi A mendapatkan kuota sekolah sebanyak 40 persen dari total kelas 12 dengan jumlah siswa 150 orang.Sehingga siswa eligible adalah 60 siswa. Terkait siapa saja yang masuk peringkat 60 siswa terbaik itu nantinya akan ditentukan oleh pihak sekolah.Baca juga: Cara Cek Kuota Sekolah SNBP 2026, Ada Jadwal Masa Sanggahnya"Apakah 60 itu siswa yang ranking 1 sampai 60 dari 150 (siswa) atau ranking 10 sampai 70 dari 150 itu sekolah yang menentukan," ujarnya.Eduart menjelaskan, analoginya bisa saja terjadi karena kemungkinan tidak semua siswa eligible ingin ikut SNBP, tetapi justru ingin melanjutkan pendidikan tinggi lewat jalur lainnya.Baca juga: Sekolah Bisa Dapat Tambahan Kuota SNBP 2026 Jika Pakai E-rapor"Jadi ini yang harus dipahami karena masih ada juga komplain 'kok anak kami tidak eligible' disampaikan ke panitia SNPMB, kami tidak bisa menjawab itu (karena menjadi kewenangan sekolah)," jelas Eduart.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-16 17:19