Kalender Pendidikan 2026, Ini Jadwal Semester Genap dan Libur Sekolah

2026-01-16 06:21:22
Kalender Pendidikan 2026, Ini Jadwal Semester Genap dan Libur Sekolah
- Memasuki semester genap tahun ajaran 2025/2026, siswa, orang tua, dan guru mulai menyiapkan kembali aktivitas belajar di sekolah.Kalender pendidikan menjadi acuan penting karena memuat jadwal masuk sekolah, hari libur, hingga pelaksanaan penilaian semester.Di kebanyakan provinsi di Indonesia, semester genap tahun ajaran 2025/2026 dimulai pada Senin, 5 Januari 2026 dan berakhir pada Jumat, 19 Juni 2026.Selama periode tersebut, sekolah menjalankan kegiatan belajar mengajar yang diselingi libur nasional, hari besar keagamaan, serta jadwal ujian.Berikut rangkuman kalender pendidikan semester genap tahun ajaran 2025/2026.Baca juga: Kalender Pendidikan 2025/2026: Kenapa Awal Semester Genap Tidak Serentak?Pada awal Januari 2026, siswa masih menjalani libur semester ganjil. Sekolah kembali aktif pada minggu pertama Januari sebagai awal semester genap.Beberapa hari libur dan awal kegiatan belajar pada semester genap antara lain:Memasuki Februari, sekolah juga menyesuaikan kegiatan belajar dengan hari libur nasional dan keagamaan, yaitu:Pada bulan Maret, siswa mendapatkan libur cukup panjang yang berkaitan dengan hari besar keagamaan:Baca juga: Apakah 24 Desember 2025 Termasuk Cuti Bersama? Cek Kalender ResmiMemasuki April dan Mei 2026, sekolah mulai memusatkan kegiatan pada pelaksanaan penilaian, terutama bagi siswa kelas akhir.Beberapa agenda penting pada periode ini meliputi:Pada bulan Mei, kegiatan penilaian berlangsung dalam beberapa tahap dan diselingi hari libur nasional, yaitu:Memasuki Juni 2026, sekolah melaksanakan penilaian akhir semester genap serta memperingati beberapa hari besar nasional dan keagamaan:Baca juga: Kalender 2026: Pembagian Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long WeekendSetelah seluruh rangkaian penilaian selesai, sekolah membagikan laporan hasil belajar kepada siswa. Selanjutnya, siswa memasuki masa libur kenaikan kelas.Rangkaian kegiatan akhir semester genap meliputi:Libur kenaikan kelas memberi waktu bagi siswa untuk beristirahat sebelum memasuki tahun ajaran berikutnya.Orang tua dan siswa dapat menggunakan kalender pendidikan ini sebagai panduan untuk mengatur jadwal belajar dan kegiatan selama semester genap.Sebagai informasi tambahan, semester genap berlangsung dari 5 Januari–19 Juni 2026Kalender pendidikan semester genap tahun ajaran 2025/2026 ini dapat membantu sekolah, siswa, dan orang tua merencanakan kegiatan belajar secara lebih teratur.Baca juga: Kalender Libur 2026: Jumlah Tanggal Merah dan Pola Liburnya


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 05:44
#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-16 05:17