Tiket Planetarium Kini Dijual Online dan Offline

2026-02-03 01:58:21
Tiket Planetarium Kini Dijual Online dan Offline
JAKARTA, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan sistem penjualan tiket Planetarium Jakarta dilakukan secara online dan offline.Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan tiket Planetarium."Jadi untuk hal yang berkaitan dengan Planetarium, kebetulan kemarin dari sana dan memang keluhannya baru dibuka itu sampai dengan tanggal 31 sudah full booked," ungkap Pramono di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (29/12/1/2025).Baca juga: Kelola 40 Kg Sampah Per Hari, Warga Kebon Melati Bangun Sistem Lingkungan Mandiri"Padahal banyak sekali warga yang kemudian ingin menggunakan untuk liburan. Saya sudah memutuskan yang 50 persen itu melalui online, 50 persen secara langsung ticketing di lokasi," sambungnya.Pramono menyampaikan, antusiasme masyarakat terhadap Planetarium Jakarta tidak hanya datang dari warga Ibu Kota, tetapi juga dari daerah penyangga."Karena kasian banyak yang sudah datang dari mana-mana, terutama dari daerah yang mengejutkan, dari Depok, Bekasi, Tangerang. Kemarin banyak sekali yang hadir, mereka minta untuk ticketing-nya tidak semuanya melalui online," jelasnya.Pramono juga menegaskan tidak boleh ada praktik percaloan dalam penjualan tiket planetarium yang kini menjadi salah satu destinasi favorit liburan."Enggak ada calo, Kalau ada calo yang saya minta tanggung jawab dirut Jakpro. Saya sudah pesan wanti-wanti, enggak boleh ada calo," tutur Pramono.Sebelumnya, antrean panjang terlihat di kawasan Planetarium dan Observatorium Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu , pada hari ketiga operasional setelah kembali dibuka untuk umum.Baca juga: Tiba di Monas, Massa Buruh Mulai Gelar Demo Tolak UMP Jakarta Rp 5,7 JutaBerdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, antrean pengunjung mengular hingga sekitar 70 meter sejak pagi hari.Barisan pengunjung tampak memenuhi area bawah gedung TIM, melewati tiang-tiang beton, dengan pembatas antrean berwarna kuning yang dipasang petugas.Dari pantauan visual di lokasi, sejumlah pengunjung terlihat bertanya kepada satpam dan petugas terkait peluang mendapatkan tiket.Beberapa di antaranya tampak kecewa dan khawatir tidak kebagian tiket setelah mengetahui adanya pembatasan dan waiting list.Meski demikian, sebagian besar pengunjung tetap memilih bertahan dan melanjutkan antrean, berharap masih masuk dalam daftar panggilan.Pengunjung datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Sebagian terlihat duduk di lantai atau bersandar di tiang bangunan sambil menunggu giliran. Anak-anak tampak ditemani orang tua, sementara beberapa lainnya bermain kecil di sekitar antrean.Baca juga: Kisah Minah Hidup di Rumah Sepetak dan Gang Gelap JakartaDi area dalam gedung, antrean kembali memadat di depan Pusat Informasi Planetarium dan Observatorium Jakarta. Lorong tampak dipenuhi pengunjung yang berdiri rapat, dengan petugas yang berjaga mengatur arus masuk.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-03 00:11