- Seorang warganet di media sosial (medsos) X mengaku jadi takut mengonsumsi deksametason meski obat itu diresepkan oleh dokter."Kemarin kaki sender abis ketancep paku terus dikasih obat dexamethasone, sempet baca thread waktu itu jadi takut. jadi mending di minum ga ya obatnya? terus sampe rumah lupa obat antibiotik nya, se ingetku yang ancefa bener ga sih?" tulisnya via akun @tanyakanrl.Kekhawatiran ini menyusul keramaian di medsos yang menarasikan deksametason adalah "obat dewa" yang dianggap sangat ampuh sehingga sering dikonsumsi masyarakat secara sembarangan. Menyusul narasi itu, ada penjelasan juga soal risikonya jika dikonsumsi secara sembarangan dan berulang dalam waktu lama.Dilansir dari Kompas.com, Minggu , unggahan yang menyebut deksametason atau dexamethasone sebagai “obat dewa” dan “penyihir” awalnya dibagikan oleh akun @awr*, Kamis .Dalam unggahan itu, deksametason disebut memiliki “kesaktian yang tidak masuk akal” karena dianggap mampu memberikan kesembuhan instan.Meski demikian, pengunggah juga mengingatkan bahwa efek penyembuhan cepat tersebut juga dibarengi risiko efek samping yang sangat berbahaya bagi tubuh.“Dia menawarkan ‘kesembuhan instan’ dengan kontrak perjanjian yang mengerikan,” tulis keterangan unggahan tersebut.Baca juga: Ciri Makanan Mengandung Klorin dan Formalin, Apa Saja yang Bisa Jadi Tanda?Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Zullies Ikawati, mengatakan bahwa pada dasarnya obat selalu punya dua sisi, yaitu manfaat dan risiko."Jadi jika digunakan dengan tepat, maka akan bermanfaat. Untuk dexa ini, risiko efek samping dapat terjadi jika digunakan dalam dosis tinggi dan jangka panjang," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa .Meski begitu, kadang banyak orang "terpaksa" harus menggunakan dalam jangka panjang karena penyakitnya kronis sehingga membutuhkan obat secara rutin."Dalam hal ini, maka perlu ditimbang risiko dan manfaatnya. Walaupun ada risiko, tetapi ketika manfaatnya lebih besar, dan justru akan menyebabkan kondisi parah jika tidak diminum, maka pilihannya harus diminum," ujar Prof Zullies.Untuk meminimalkan risiko, maka selama pengobatan, harus dilakukan berbagai upaya pencegahan atau upaya untuk mengatasi berbagai risikonya."Dalam kasus ketancap paku, maka sifatnya akut (hanya sebentar), bukan penggunaan kronis, maka sebenarnya masih aman digunakan," justru Prof Zullies.Baca juga: Guru Besar UGM Ungkap Gejala Keracunan Formalin dan Klorin dari MakananMenurut Prof Zullies, jika obat deksametason dipakai tanpa indikasi yang jelas, dosis tidak tepat, atau digunakan terlalu lama, barulah efek sampingnya akan muncul dan biasanya bersifat serius.
(prf/ega)
Takut Minum Obat Deksametason karena Isu Medsos, Guru Besar UGM Beri Penjelasan Ini
2026-01-12 05:13:38
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:59
| 2026-01-12 04:42
| 2026-01-12 03:39
| 2026-01-12 03:22
| 2026-01-12 03:18










































