Mentan Amran Sidak Kios Pupuk di Lampung Utara, Pastikan Penurunan Harga Berjalan Efektif

2026-01-12 02:19:43
Mentan Amran Sidak Kios Pupuk di Lampung Utara, Pastikan Penurunan Harga Berjalan Efektif
— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kios Pupuk Mitra Tani Sejati di Kotabumi Utara, Lampung Utara, Rabu .Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan implementasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di seluruh Indonesia berjalan efektif di lapangan.Dalam sidak tersebut, Mentan Amran bersama KSP berdialog langsung dengan para distributor dan petani. Para distributor kios memastikan bahwa harga pupuk bersubsidi telah mengalami penurunan sesuai kebijakan pemerintah.Mentan Amran menegaskan, kebijakan penurunan harga pupuk ini merupakan wujud nyata keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada petani.“(Sidak) ini perintah Bapak Presiden. Presiden sayang petani makanya harga pupuk diturunkan 20 persen dan ini terjadi pertama kali dalam sejarah pertanian Indonesia harga pupuk turun ekstrem,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu .Para petani yang hadir menyampaikan rasa syukur atas kebijakan penurunan harga pupuk yang telah dirasakan langsung di lapangan.Baca juga: Harga Pupuk Turun, Mardiono: Langkah Nyata Pemerintah Ringankan Beban Petani“Benar, harga pupuk turun. Urea sekarang Rp 90.000 per sak, sebelumnya Rp 125.000. Kami senang sekali. Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri Pertanian,” ujar Eko, salah satu petani setempat.Pada kesempatan yang sama, KSP Muhammad Qodari menegaskan bahwa hasil sidak membuktikan kebijakan pemerintah berjalan efektif. Menurutnya, kebijakan tersebut telah diimplementasikan dengan cepat dan memberi dampak nyata bagi petani.“Hari ini, Rabu , terbukti bahwa harga pupuk di sini turun 20 persen. Keputusan dibuat di Jakarta, dan hanya dalam beberapa hari sudah terealisasi dengan baik di Kotabumi, Lampung. Kami tanyakan langsung kepada distributor dan petani, dan memang benar harga pupuknya turun. Jadi ini betul-betul nyata di tingkat petani,” ungkap Qodari.Harga pupuk turun 20 persen mulai 22 Oktober 2025Seperti diketahui, Pemerintah Republik Indonesia (RI) secara resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku mulai 22 Oktober 2025.Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/Kpts./SR.310/M/09/2025 mengenai Jenis, Harga Eceran Tertinggi, dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.Baca juga: Kementan Capai Swasembada Beras 2025, Guru Besar Unila: Jaga KonsistensiPenurunan harga berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani. Rinciannya, harga pupuk urea turun dari Rp 2.250 menjadi Rp 1.800 per kilogram (kg), NPK dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840 per kg, dan NPK kakao dari Rp3.300 menjadi Rp 2.640 per kg.Sementara itu, harga ZA khusus tebu dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.360 per kg, serta pupuk organik dari Rp 800 menjadi Rp 640 per kg.“Ini adalah terobosan Bapak Presiden, tonggak sejarah dalam revitalisasi sektor pupuk. Presiden Prabowo memerintahkan agar pupuk harus sampai ke petani dengan harga terjangkau. Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran,” ucap Mentan Amran.Ia menambahkan, Kementerian Pertanian (Kementan) segera menindaklanjuti arahan tersebut dengan langkah konkret, antara lain merevitalisasi industri pupuk, memangkas rantai distribusi, serta menurunkan harga sebesar 20 persen tanpa menambah subsidi dari APBN.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-12 03:57