Gus Ipul Puji Semangat Siswa Disabilitas di Sekolah Rakyat Pasuruan

2026-01-17 06:43:14
Gus Ipul Puji Semangat Siswa Disabilitas di Sekolah Rakyat Pasuruan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengapresiasi semangat siswa penyandang disabilitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 28 Kota Pasuruan. Meski mempunyai keterbatasan, mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan baik."Jadi Komisi Disabilitas cerita ke saya, habis dari sini (SRMP 28 Kota Pasuruan), ternyata di sini ada anak-anak yang penyandang disabilitas," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu .Hal ini disampaikannya saat berdialog dengan siswa di SRMP 28 Kota Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu .Didampingi Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Gus Ipul meninjau langsung siswa saat berada di ruang makan. Para siswa tampak memperagakan makan terpimpin, yang setiap hari mereka lakukan.Usai melihat prosesi makan, Gus Ipul mengajak para siswa berdialog. Salah satunya yaitu siswa penyandang disabilitas bernama Azil (12) yang berasal dari Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.Gus Ipul menuturkan siswa penyandang disabilitas di Sekolah Rakyat adalah siswa yang memerlukan perhatian khusus. Ia pun mengajak para siswa untuk terus mendukung dan membantu teman yang memiliki keterbatasan."Yang lain harus siap membantu ya. Siap membantu ya. Tidak boleh dibully, tidak boleh dirundung, tidak boleh diolok-olokno. Tapi semua ini adalah saudaramu, temanmu yang harus saling mendukung," paparnya.Ia pun berpesan tiga hal yang tidak boleh ada di Sekolah Rakyat. "Jangan ada perundungan, jangan ada kekerasan seksual dan fisik, jangan ada intoleransi. Sekolah Rakyat untuk masa depan Indonesia," ungkapnya.Sementara itu, Kepala SRMP 28 Kota Pasuruan Yuli Prihatini menjelaskan Azil adalah salah satu dari enam anak berkebutuhan khusus di sekolahnya. Meskipun Azil memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi, namun ia memiliki kelebihan dalam mengingat."Jadi anak ini memang anak berkebutuhan khusus, namun memiliki kecerdasan istimewa, jadi dia ini kalau melihat video itu bisa dilihat sampai tuntas, dan bisa menghafalkan apa isi video itu," kata Yuli.Lebih lanjut, Yuli mengatakan enam siswa penyandang disabilitas tersebut juga terdeteksi belum bisa baca, tulis, dan hitung, berdasarkan tes literasi yang telah dilakukan.Menindaklanjuti hal tersebut, telah dilakukan pembimbingan intensif kepada enam siswa tersebut. "Ada enam kami tangani dan Alhamdulillah rata-rata mengalami perkembangan 35 persen," ucap Yuli.Perkembangan para siswa pun tidak lepas dari pendampingan guru dan tenaga kependidikan (tendik). Terdapat 12 orang guru, 3 wali asrama dan 7 orang wali asuh di SRMP 28 Kota Pasuruan.Setiap tenaga pendidik pun mempunya tugasnya masing-masing. Guru memberikan pelajaran di kelas, wali asrama menangani kegiatan keasramaan, sedangkan wali asuh lebih seperti menjadi pengganti orang tua siswa dan menjadi pendamping siswa di sekolah.Sebagai informasi, sebelum berkunjung ke SRMP 28 Kota Pasuruan, Gus Ipul juga meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Kabupaten Pasuruan. Ia melihat langsung kondisi asrama dan berbincang bersama siswa, guru, dan tendik.Di akhir kunjungan, Gus Ipul juga mengapresiasi guru dan tenaga pendidik di SRT 3 Kabupaten Pasuruan yang semangat membimbing dan mendampingi siswa Sekolah Rakyat di tengah tantangan-tantangan yang ada.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-17 05:16