JAKARTA, - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui Danantara Asset Management menyetujui konversi pinjaman pemegang saham menjadi tambahan modal tunai bagi pemeliharaan armada PT Garuda Indonesia dan PT Citilink Indonesia.Kebijakan itu menjadi salah satu poin restrukturisasi dan transformasi Garuda Indonesia yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Danantara dengan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) pada Rabu .Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengungkapkan, konversi pinjaman itu juga menjadi setoran modal untuk memperbaiki struktur ekuitas.“Restrukturisasi Garuda Indonesia merupakan restrukturisasi menyeluruh yang melibatkan renegosiasi kewajiban dengan lessor asing, konversi sebagian utang menjadi modal, serta penempatan talenta terbaik dari dalam dan luar negeri untuk memperkuat kapasitas manajemen,” kata Dony dalam keterangan resminya, Kamis petang.Baca juga: Danantara Jelaskan Alasan Turunnya Suntikan Modal ke Garuda Indonesia Jadi Rp 23,67 TriliunDony mengatakan, dukungan pemegang saham itu juga mencakup penyelesaian kewajiban operasional Citilink ke Pertamina yang timbul selama Pandemi Covid-19.Kebijakan ini diharapkan membuat layanan, operasi, dan bisnis kedua maskapai pelat merah itu bisa terus optimal.Menurut Dony, keputusan restrukturisasi ini merupakan bagian kebijakan nasional dalam memperkuat fondasi keuangan dan daya saing di sektor transportasi udara.Pihaknya memastikan, restrukturisasi itu berjalan tanpa membebani keuangan negara, melainkan memanfaatkan sumber daya dari aset yang dimaksimalkan.“Bagi Danantara Indonesia, penyehatan ini bukan hanya tentang menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga memastikan konektivitas antar wilayah yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, serta menjaga keberlanjutan national flag carrier Indonesia,” tutur Dony.Lebih lanjut, Dony menegaskan, proses restrukturisasi dan transformasi dilakukan dengan pendekatan jangka panjang.Danantara dan BP BUMN selaku pemegang saham mengacu pada basis tata kelola yang kuat.Baca juga: Danantara Tunggu Arah Pemerintah soal Rencana Penggabungan GoTo dan GrabDanantara, kata Dony, memastikan agar setiap dukungan yang disuntikkan pada kedua maskapai itu memberi manfaat berkelanjutan bagi perusahaan maupun perekonomian nasional.“Sehingga Garuda Indonesia semakin kuat dalam menjalankan perannya sebagai penghubung utama Indonesia dan dunia,” kata dia.Menurut Dony, kebijakan transformasi yang sedang bergulir meliputi pelayanan, pengembangan bisnis, operasi komersial hingga modernisasi teknologi.Dony menyatakan, proses transformasi itu langsung dipantau oleh dirinya sendiri.“Pelaksanaannya langsung berada di bawah koordinasi saya selaku Chief Operating Officer Danantara Indonesia, agar seluruh proses berjalan konsisten, terintegrasi, dan berorientasi hasil,” tegas Dony.
(prf/ega)
Danantara Tambah Modal ke Garuda dan Citilink
2026-01-12 10:02:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:43
| 2026-01-12 09:06
| 2026-01-12 08:23










































