Minat Forex Naik, Ini Cara Trading Aman untuk Pemula

2026-02-02 22:20:50
Minat Forex Naik, Ini Cara Trading Aman untuk Pemula
JAKARTA, - Dalam beberapa waktu terakhir, pasar kripto mengalami tekanan tajam. Volatilitas ekstrem membuat sejumlah trader mengalami kerugian signifikan.Anak Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dikabarkan terkena margin call dan menelan kerugian hingga Rp 5 miliar. Musisi Kunto Aji juga menyampaikan ia mengalami kerugian besar sehingga memutuskan keluar sementara dari pasar kripto.Pelemahan kripto ini memicu sebagian masyarakat mencari instrumen dengan pergerakan yang dinilai lebih stabil, salah satunya foreign exchange (forex).Baca juga: Literasi Forex Masih Rendah, Trader Senior Diajak Edukasi MasyarakatUNSPLASH/KANCHANARA Ilustrasi forex, trading forex, perdagangan forex. Akses yang relatif mudah melalui platform digital membuat minat pemula terhadap forex meningkat.Namun demikian, sebelum memulai, pemahaman mengenai mekanisme forex, strategi, hingga regulasi perdagangan di Indonesia menjadi penting.Trading forex adalah kegiatan jual beli pasangan mata uang, misalnya EUR/USD atau USD/JPY, dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari perubahan nilai tukar.Trader memperoleh profit dari selisih harga ketika membuka dan menutup posisi.Baca juga: Tips Memilih Broker Forex dengan Tepat dan BijakBerbeda dengan saham yang diperdagangkan di bursa terpusat, forex bergerak di pasar global 24 jam tanpa sentralisasi. Karena itu, fluktuasinya dipengaruhi sentimen makroekonomi, kebijakan moneter, dan dinamika geopolitik.Kegiatan ini dapat dilakukan secara online melalui broker yang menyediakan akses ke pasar global.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 20:19