YOGYAKARTA, – Seorang personel pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman tampak duduk di depan komputer sambil memantau laporan dari masyarakat.Di ruangan itu, beberapa personel lain juga bersiaga untuk menindaklanjuti berbagai laporan yang masuk, baik yang berkaitan dengan kebakaran maupun kejadian nonkebakaran.Hampir setiap hari Damkar Sleman menerima beragam laporan. Tak hanya soal kebakaran, tetapi juga sarang tawon, ular masuk rumah, evakuasi hewan, hingga laporan yang tidak lazim, seperti motor mogok, tugas kuliah, dan persoalan perceraian.Baca juga: Damkar Kabupaten Semarang, Meski Terlihat Sulit, karena Niat Bantu, Pasti akan DipermudahKepala Seksi Operasional dan Investigasi Bidang Damkar Satpol PP Sleman, Nawa Murtiyanto, mengatakan tren masyarakat melapor ke damkar semakin meningkat setelah pandemi Covid-19.“Pasca Covid itu mulai naik. Dilihat dari perspektif internal itu damkar dalam pengertian hanya ingin membantu sebenarnya. Dari internal tidak ada motif agar terlihat, tidak. Ya ingin membantu masyarakat saja,” ujar Nawa Murtiyanto saat ditemui di damkar Sleman, Rabu .Awalnya laporan terbanyak adalah soal ular masuk rumah, kemudian berkembang ke permintaan evakuasi kucing hingga penanganan sarang tawon. Namun lama-kelamaan laporan menjadi semakin beragam.Ada laporan upaya bunuh diri, handphone jatuh ke embung, hingga kunci motor masuk saluran air.“Tren ini sebenarnya meningkat terus setiap tahun. Kalau hitung-hitungan angka itu dulunya satu banding dua, satu kejadian kebakaran dua nonkebakaran. Sekarang, tahun ini sudah satu banding tujuh,” urainya.Dengan semakin banyak jenis laporan, personel Damkar Sleman mau tidak mau harus meningkatkan keterampilan.“Dari sisi kompetensi mau nggak mau ya teman-teman harus naik skill,” kata Nawa.Penanganan ular dan sarang tawon awalnya dipelajari secara otodidak melalui literatur dan YouTube.“Ketugasan lain harus menangkap ular, kemudian tawon itu otodidak. Awalnya kita otodidak belajar dari YouTube, belajar dari beberapa literasi, baru dikuatkan dengan mendatangkan teman-teman dari Fakultas Biologi UGM, sama Sioux,” jelasnya.Sebagian besar laporan masuk melalui WhatsApp. Namun tidak semua laporan valid.“Laporan masyarakat paling tinggi itu lewat WA. Kalau kebakaran itu pasti lewat telepon,” ujar Nawa.Damkar Sleman beberapa kali menerima laporan hoaks yang baru diketahui setelah petugas tiba di lokasi.
(prf/ega)
Dari Tugas Kuliah hingga Cari Jodoh, Laporan Unik yang Diterima Damkar Sleman
2026-01-12 06:10:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:51
| 2026-01-12 05:39
| 2026-01-12 05:18
| 2026-01-12 04:26
| 2026-01-12 03:43










































