Sejumlah Perangkat Desa Sintang Kalbar Protes, Tuntut Pencairan Dana Desa Tahap II

2026-01-15 13:28:18
Sejumlah Perangkat Desa Sintang Kalbar Protes, Tuntut Pencairan Dana Desa Tahap II
SINTANG, – Ratusan aparatur desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menggelar protes terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025.Protes ini dipicu oleh ancaman tidak terbayarnya honor perangkat desa dan biaya pembangunan desa akibat peraturan tersebut.Ketua APDESI Merah Putih Kalbar, Dede Hendranus, menegaskan bahwa PMK itu menimbulkan keresahan di kalangan aparatur desa karena diterbitkan tanpa sosialisasi dan dinilai tidak berpihak pada masyarakat.Baca juga: Kades di Kukar Galau Dana Desa Gagal Cair Imbas Peraturan Menkeu: Kayak PUBG, Turun Bebas“Tujuan kami mencari kejelasan. Dana Desa tidak tersalur, sementara sebagian besar desa sudah menjalankan pekerjaan lanjutan dan banyak kepala desa terpaksa meminjam material maupun membayar upah lebih dulu,” ungkap Dede kepada wartawan pada Senin .Dede menambahkan bahwa keterlambatan pencairan dana hingga Desember dapat berdampak serius pada penyelesaian pembangunan dan mengganggu pembayaran hak-hak masyarakat, termasuk honor RT, kader posyandu, dan guru PAUD.Baca juga: Gaji Guru PAUD di Purworejo Belum Dibayar 3 Bulan, Imbas Dana Desa Tak Bisa DicairkanSementara itu, Ketua PAPDESI Sintang, Akon, mempertanyakan keputusan pemerintah yang menerbitkan aturan baru di pengujung tahun anggaran.“Anggaran sudah masuk APBDes. Mendadak tidak bisa dicairkan menjelang Natal dan Tahun Baru. Masyarakat resah, kepala desa yang diserang seolah menahan dana,” kata Akon, menekankan potensi konflik sosial yang dapat muncul akibat kebijakan mendadak ini.Perwakilan BPD Sintang, Ermi Suwanto, juga menyampaikan keprihatinan atas banyaknya aspirasi warga yang sudah disahkan dalam APBDes terancam tidak terwujud.Baca juga: 145 Desa di Luwu Tak Bisa Bayar Honor Guru Mengaji hingga RT, Imbas Dana Desa Tak Cair“Termasuk pembayaran honor RT, PAUD, dan lembaga lainnya. Menjelang Natal, masyarakat sangat bergantung pada itu,” tambah Ermi.Kepala Dinas PMD Sintang, Syarief Yasser Arafat, menjelaskan bahwa masalah ini bermula ketika aplikasi pengajuan pencairan Dana Desa ditutup sepihak oleh pemerintah pusat sejak September 2025.Ia menyebutkan bahwa pemerintah pusat menawarkan dua opsi: mengalihkan dana ke dana earmark atau mengakui sebagai utang desa tahun 2026.Namun, kedua opsi tersebut terkendala karena belum ada dasar hukum yang jelas.Baca juga: Aturan Terbit Duluan, 2 Kalurahan di Gunungkidul Ketinggalan Mencairkan Dana Desa“Tanpa surat resmi, kami tidak bisa mengubah APBDes atau mengakui utang. Kami menunggu aturan tertulis,” kata Yasser.Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal aspirasi kepala desa meskipun kewenangan Dana Desa berada di tangan pemerintah pusat.“Kami tetap komunikasikan ke kementerian. Kami memahami beban kepala desa karena masyarakat pasti datang ke kami juga,” ujar Herkulanus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-15 12:12