PASURUAN, - Di balik kepulan debu hitam dan aroma kayu terbakar, raut wajah Munir (33) tampak semringah.Pria asal Desa Cukurgondang, Kecamatan Lumbang, ini tidak sedang mengeluh meski tangannya perlahan menghitam terkena jelaga.Bagi Munir, hitamnya arang adalah "emas" yang membawa berkah di pengujung tahun 2025.Menjelang perayaan malam pergantian tahun, tumpukan arang di depan Pasar Besar Kota Pasuruan mendadak jadi primadona.Baca juga: Larang Pesta Kembang Api Saat Tahun Baru, Polisi Indramayu Sisir Toko Kelontong yang Jual PetasanJika biasanya ia harus sabar menunggu pelanggan, kini situasinya berbalik. Arang-arang miliknya ludes bahkan sebelum matahari tepat di atas kepala."Alhamdulillah, jelang Tahun Baru ini pembeli ramai sekali. Hanya sekitar dua jam berjualan, ratusan bungkus sudah habis," ujar Munir saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu .Tradisi "bakar-bakar" atau barbeku sederhana di malam tahun baru tampaknya masih menjadi primadona masyarakat Kota Pasuruan.Hal ini berdampak langsung pada kantong bapak anak dua ini.Jika pada hari biasa ia rata-rata menjual 400 bungkus plastik arang, kini angka tersebut melonjak drastis menjadi 800 hingga 850 bungkus per hari."Bahkan saya dapat pesanan sekitar 2.000 bungkus dari dua pasar sekaligus, Pasar Besar dan Pasar Gading," katanya dengan nada syukur.Baca juga: Penjual Arang di Sumenep Raup Penghasilan Berlipat Jelang Iduladha, Sehari Dapat Rp 350.000Munir bukanlah orang baru di bisnis ini. Ia telah bergelut dengan tumpukan kayu bakar dan arang meneruskan usaha kakeknya, H Sukron, sejak tahun 1965.Kemudian, pada tahun 2003, usaha tersebut dilanjutkan ibunya, Siti Mutiah.Pada saat usia remaja, pada tahun 2013, ia membantu ibunya untuk memasarkan kiriman ke sejumlah pasar."Nah, kalau akhir bulan Desember atau menjelang Idul Adha, itu lumayan banyak pesanan," katanya.Kompas.com/MOH.ANAS Siti Mutiah, ibu Munir yang juga membantu mengemas kayu arang dalam plastik untuk melayani pembeli yang ramai menjelang pergantian tahun, Sabtu Harga yang ditawarkan Munir cukup terjangkau.
(prf/ega)
Cerita Munir, Penjual Arang Kota Pasuruan yang Panen Rezeki di Tengah Tradisi
2026-01-12 05:39:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:41
| 2026-01-12 05:23
| 2026-01-12 05:19
| 2026-01-12 04:06
| 2026-01-12 03:27










































