Validasi dan Apresiasi Suami Bisa Mengurangi Mom Guilt

2026-02-02 07:14:56
Validasi dan Apresiasi Suami Bisa Mengurangi Mom Guilt
JAKARTA, – Rasa bersalah para ibu atau mom guilt sering muncul ketika ibu merasa dirinya tidak cukup baik dalam merawat anak, mulai dari urusan kesehatan, tumbuh kembang, hingga pemenuhan kebutuhan emosional anak. Di tengah kondisi tersebut, peran suami dan keluarga dinilai sangat krusial, terutama dalam memberikan validasi perasaan dan apresiasi atas usaha ibu.Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Farraas Afiefah Muhdiar menegaskan, respon suami yang kurang tepat justru dapat memperparah kecemasan dan rasa bersalah yang dirasakan ibu.“Ketika anak ada masalah berat badan, ibu pasti khawatir banget. Ayahnya jangan sampai hanya bilang ‘Sudah ngapain dipikirin?’. Ibu tidak bisa menerima respon tersebut,” jelas Farraas saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Selatan, .Baca juga: Rasa Bersalah Setelah Jadi Ibu, Alasan Perempuan Pilih Career BreakValidasi emosi menjadi langkah awal yang pentingMenurut Farraas, kalimat yang terkesan menyepelekan justru membuat ibu merasa tidak dimengerti. Alih-alih menenangkan, respon tersebut dapat memicu pikiran berulang dan memperbesar kecemasan.“Hal itu hanya membuat ibu semakin khawatir. Jadi sebaiknya divalidasi dulu kecemasan atau perasaan ibu, kemudian berikan apresiasi terhadap apa yang sudah ibu usahakan,” ujarnya.Ketika ibu merasa dimengerti, kondisi emosionalnya akan lebih stabil dan siap untuk berpikir lebih rasional.Selain validasi, apresiasi juga memegang peran penting dalam menurunkan mom guilt. Farraas menjelaskan, ibu sering kali fokus pada hal-hal yang dirasa kurang, sementara usaha yang sudah dilakukan justru terabaikan.Baca juga: Ungkapan Terima Kasih dan Kekaguman Suami untuk Dedikasi Istri “Setelah itu, baru berikan hal-hal yang masih bisa diupayakan, sebab di kondisi tersebut, ibu butuh dimengerti,” kata Farraas.Apresiasi sederhana dari suami, seperti mengakui usaha ibu dalam merawat anak, dapat membantu ibu membangun kembali kepercayaan dirinya. Dengan begitu, ibu tidak merasa sendirian dalam menghadapi tantangan pengasuhan.Mom guilt adalah perasaan yang wajarFarraas menekankan, mom guilt bukanlah tanda kegagalan dalam pengasuhan. Sebaliknya, perasaan ini justru menunjukkan adanya kepedulian dan rasa sayang yang besar terhadap anak.“Sebenarnya rasa bersalah itu sangat umum dan sangat wajar, karena kalau jadi ibu memang kita sayang dan peduli sama anak. Rasa bersalah itu bentuk dari kepedulian sebenarnya,” ungkapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-02-02 06:03