Pascabanjir dan Longsor Tapteng Sumut, Masinton Pasaribu Larang Warga Tanam Kelapa Sawit

2026-01-12 11:00:09
Pascabanjir dan Longsor Tapteng Sumut, Masinton Pasaribu Larang Warga Tanam Kelapa Sawit
TAPANULI TENGAH, – Pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Bupati Masinton Pasaribu mengeluarkan surat keputusan yang melarang masyarakat untuk menanam kelapa sawit.Surat dengan Nomor 2571/Distan/2025 itu ditandatangani Masinton Pasaribu dan dikeluarkan pada 15 Desember 2025.Dalam isi surat keputusan tersebut, Masinton melarang masyarakat melakukan pembukaan lahan untuk kegiatan penanaman kelapa sawit pada wilayah kawasan hutan dan beberapa wilayah lainnya."Surat Keputusan Bupati Tapanuli Tengah Nomor: 2571/Distan/2025, Tentang Pelarangan Pembukaan Lahan Kegiatan Penanaman Kelapa Sawit Pada Wilayah Kawasan Hutan, Perbukitan, Daerah Resapan Air, Sempadan Sungai/Pantai/Danau, dan Kawasan yang Tidak Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah," isi surat yang diterima Kompas.com, Kamis .Baca juga: Masinton Akui Pemerintahan Tapteng Sulit Atasi Bencana: 80 Persen Pegawai Juga TerdampakDalam surat tersebut, Masinton menjelaskan bahwa dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan hidup, keberlanjutan tata ruang, dan perlindungan daerah resapan air serta kawasan lindung, perlu dilakukan pengendalian pemanfaatan ruang, termasuk kegiatan penanaman kelapa sawit."Bahwa telah terjadi bencana banjir bandang dan longsor tanggal 25 November 2025 di Kabupaten Tapanuli Tengah," ungkap Masinton.Masinton menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian teknis dan laporan masyarakat, ditemukan kegiatan penanaman kelapa sawit di beberapa wilayah yang berpotensi merusak lingkungan dan tidak sesuai peruntukan tata ruang daerah.Atas dasar itu, Masinton memutuskan untuk menghentikan pembukaan lahan penanaman kelapa sawit pada wilayah kawasan hutan, perbukitan, daerah resapan air, sempadan sungai/pantai/danau, dan kawasan yang tidak sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.Baca juga: Banjir-Longsor Tapteng, Bupati Masinton Laporkan 34 Tewas, 33 Hilang, Ribuan Warga Terjebak"Menginstruksikan seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk menghentikan aktivitas penanaman kelapa sawit pada wilayah tersebut," ujarnya.Masinton juga meminta kepada dinas terkait, camat, lurah, dan kepala desa untuk melaksanakan sosialisasi, pengawasan, dan penertiban kegiatan penanaman kelapa sawit pada wilayah yang ada dalam surat keputusan."Mendorong rehabilitasi lahan kritis serta kegiatan ekonomi alternatif ramah lingkungan seperti agroforestry, tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman kehutanan yang sesuai dengan karakteristik wilayah," sebutnya.Masinton menyampaikan bahwa hingga Kamis , korban bencana akibat banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah tercatat 131 orang meninggal dunia, 40 orang masih dalam pencarian, 10.896 warga mengungsi, dan 4.620 rumah hanyut/hilang serta rusak berat."Sembilan desa yang berada di 3 kecamatan masih terisolasi, hanya dapat diakses dengan berjalan kaki 4-8 jam. Kondisinya di perbukitan. Pengerjaan untuk membuka akses jalan ke desa-desa itu masih dikerjakan menggunakan alat berat," tuturnya.


(prf/ega)