Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Pesantren di Sumenep

2026-01-14 06:00:01
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Pesantren di Sumenep
SUMENEP, - Angin puting beliung menerjang Desa Payudan Dungdang, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur pada Senin . Akibatnya, sejumlah bangunan milik warga rusak.Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan membuat warga panik karena angin berembus kencang disertai hujan.Salah satu warga setempat, Mukhlis, mengatakan bahwa angin kencang datang dalam waktu singkat namun berdampak cukup besar.Sedikitnya, ada empat rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap setelah genteng berjatuhan diterjang angin puting beliung.Baca juga: Bupati Sidoarjo Pakai Dana Tak Terduga, Perbaiki Rumah Warga Terdampak Puting BeliungSelain rumah warga, bagian bangunan pondok pesantren Babussalam yang berada di desa setempat juga dilaporkan mengalami kerusakan.“Anginnya datang mendadak, kencang sekali. Genteng rumah warga berjatuhan, ada empat rumah yang atapnya rusak. Pesantren Babussalam juga terdampak,” kata Mukhlis kepada Kompas.com di Sumenep, Senin.Tidak hanya merusak bangunan, angin puting beliung juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di sekitar permukiman dan jalan desa.Salah satu pohon berukuran besar roboh dan menutup akses jalan utama desa, sehingga aktivitas warga sempat terganggu.Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas karena badan jalan tertutup batang dan ranting pohon.Beruntungnya, menurut Mukhlis, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Baca juga: 9 Kapal Disiagakan Layani Arus Nataru di Pelabuhan Kalianget SumenepNamun, dia mengatakan, kerugian material dialami warga akibat kerusakan atap rumah dan fasilitas pesantren.“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi kerusakan cukup terasa, terutama bagi warga yang rumahnya atapnya rusak,” ujar Mukhlis.Setelah kejadian, warga setempat bersama aparat kepolisian dan TNI segera bergotong royong memperbaiki genteng rumah warga yang rusak, serta menyingkirkan pohon-pohon tumbang yang menghalangi jalan desa.Proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan alat seadanya.“Warga dibantu polisi dan TNI langsung turun tangan. Pohon yang menutup jalan dipindahkan agar akses bisa kembali normal,” kata Mukhlis.


(prf/ega)