BRIN Kirim Drone ke Titik Bencana Sumatera, Bisa Deteksi Jasad di Bawah Tanah

2026-01-14 08:23:50
BRIN Kirim Drone ke Titik Bencana Sumatera, Bisa Deteksi Jasad di Bawah Tanah
Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan berbagai teknologi guna mendukung proses penanganan pascabencana banjir dan longsor di Sumatera. BRIN mengirimkan drone yang bisa mendeteksi jenazah di bawah permukaan tanah."Jadi sekarang kita akan fokus pada rekonstruksi termasuk mengirimkan drone-drone alat-alat yang bisa menjangkau sampai 100 km," kata Kepala BRIN Arif Satria di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025)."Kemudian juga drone ground penetration radar yang bisa mendeteksi benda 100 meter di bawah permukaan tanah yang bisa mendeteksi, artinya korban jenazah dan lain sebagainya," sambungnya.Arif menyampaikan, sejak awal bencana, pihaknya mendapat tugas untuk menyediakan data citra satelit. Citra satelit itu kemudian didistribusikan ke BNPB dan lembaga-lembaga berwenang lainnya, seperti BMKG dan Badan Informasi Geospasial (BIG).Sementara di tahap rekonstruksi pascabencana, BRIN lebih berfokus menganalisis data satelit dari control room. Arif menyebutkan BRIN juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan mengenai kebutuhan data citra satelit yang sangat penting untuk pemulihan ke depan. Arif juga menerangkan BRIN telah mengirim air siap minum dan mengolah air bersih di lokasi bencana. Dia berharap hal ini dapat mendukung proses pemulihan banjir."Alhamdulillah kami sudah mengirimkan air minum, air siap minum yang itu bisa mengolah air banjir, air lumpur untuk menjadi air siap minum untuk per hari 10 ribu liter dan sekarang sedang kita siapkan lagi untuk yang 20 ribu liter. Kemudian, siap untuk mengolah air bersih sampai 100 ribu liter. Semoga ini sangat bermanfaat untuk pemulihan banjir," imbuhnya.Lihat Video 'BNPB Update Korban Bencana Sumatera: 1.059 Meninggal, 192 Hilang':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 08:27