Asa Penjahit Kebaya dari Solo, Jadi Mitra Amartha Kembangkan Usaha Pasca Pandemi

2026-02-04 17:55:54
Asa Penjahit Kebaya dari Solo, Jadi Mitra Amartha Kembangkan Usaha Pasca Pandemi
JAKARTA,  - Matahari di Taman Ismail Marzuki (TIM) masih terik saat sudut-sudut langit Jakarta mulai gelap pada Sabtu siang. Meski akhir pekan, orang-orang di TIM justru sibuk. Mereka mengunjungi berbagai booth usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada Amartha Impact Festival. Sebuah panggung kecil di tengah festival itu menampilkan live musik keroncong, menyanyikan lagu-lagu Jawa yang syahdu. Alunannya seperti meredam udara panas Jakarta. Gusti Ian (41) datang jauh-jauh dari Solo, Jawa Tengah dan membuka booth Kebaya Mbok Dhe. Ia merupakan salah satu UMKM mitra binaan Amartha. Baca juga: Gandeng Amartha, Chubb Life Sediakan Produk Asuransi Khusus untuk Sektor UMKM Adapun Amartha merupakan perusahaan fintech yang fokus memberikan akses modal kepada pelaku UMKM berbasis komunitas. Ian menjadi salah satu pedagang yang mengakses fasilitas itu. “Sudah lima kali pinjam, (nilai pinjaman) naik terus,” kata Ian saat ditemui boothnya. Ian mulai fokus menggarap bisnis kebaya pasca pandemi Covid-19 mereda. Sebelumnya ia menggeluti bisnis fashion namun tidak spesifik. Dengan bantuan pinjaman modal dari Amartha, Ian mulai membangun Kebaya Mbok Dhe. Ia menjahit sendiri pakaian-pakaian kebaya khas Nusantara itu. Baca juga: Standard Chartered Gandeng Amartha untuk Penyaluran Kredit UMKM /Syakirun Ni'am Sejumlah pengunjung Amartha Impact Festival tengah menikmati suasana saing dan jajanan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu .Ian mengaku mengetahui Amartha dari rekannya sesama pelaku UMKM. Pada satu waktu, ia membaca sebuah selebaran yang menjelaskan pinjaman modal dari Amartha tidak mensyaratkan jaminan, melainkan kelompok bisnis. “Berkelompok jadi pinjamannya itu kan tanpa jaminan,” ujar Ian. Ketika terdapat salah satu debitur yang tidak membayar pinjaman modal, maka pinjaman akan ditanggung renteng oleh teman satu kelompoknya. Skema itu membuat anggota kelompok kecil tersebut saling bahu membahu hingga mengingatkan satu sama lain. Baca juga: Gandeng Amartha, BTN Perluas Pembiayaan UMKM Tidak hanya itu, komunitas itu juga menjadi hubungan bisnis satu sama lain. Untuk membuat korsase atau hiasan bunga kecil misalnya, Ian menggunakan jasa rekannya sesama mitra Amartha. “Kita kasih itu ke dia, hadi saling support saja sebetulnya,” tutur Ian. Perempuan itu mengaku sampai saat ini nilai pinjamannya sudah sampai Rp 9 juta. Memulai usahanya dari skala kecil dan pinjaman dari Amartha, Kebaya Mbok Dhe terus berkembang.  Saat ini, Ian bahkan sudah bisa membuka kios sendiri di Pasar Antik Triwindu, Solo. Baca juga: Sinergi Bank dan Fintech Jadi Kunci Tingkatkan Rasio Kredit Nasional Dengan gembira, ia bahkan menceritakan produk dan properti yang mendukung usahanya kini semakin banyak. “Sekarang sudah bisa sewa toko sudah jadi berkembang. Sebenarnya saya berkembang gitu loh, dapat bantuan dari Amartha,” kata dia. Selain pelaku UMKM produk tekstil, banyak mitra Amartha melakoni usaha makanan dan minuman. Di festival yang sama, mereka menjajakan dagangannya dengan gembira.Baca juga: 22 Fintech P2P Lending Catat Kredit Macet di Atas 5 Persen per September 2025


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-04 17:28