TNI Kerahkan 89 Alutsista untuk Tangani Bencana Banjir Sumatera

2026-02-03 06:46:54
TNI Kerahkan 89 Alutsista untuk Tangani Bencana Banjir Sumatera
JAKARTA, – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan, TNI mengerahkan 89 unit alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mendukung penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Alutsista tersebut terdiri dari pesawat, helikopter, hingga kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang difungsikan untuk distribusi logistik, evakuasi, dan dukungan medis.“Selanjutnya pengerahan alutsista TNI menggelar 89 unit terdiri dari pesawat, kemudian heli dan KRI,” ujar Agus dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Penanganan Pascabencana di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Senin .Baca juga: TNI Telah Distribusikan 2.699,53 Ton Logistik ke Wilayah Banjir SumateraIa mengatakan, hingga saat ini alutsista TNI tersebut terus digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan ke wilayah terdampak.“Sampai dengan saat ini terus melakukan dukungan bantuan logistik melalui airdrop ataupun airlanded,” ucap Agus.Selain itu, Agus menyebut KRI juga membawa berbagai dukungan lain, baik peralatan maupun sumber daya manusia, untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.“KRI membawa dukungan alat berat, kendaraan kesehatan, mendukung membawa juga nakes dan membantu kebutuhan lain seperti peralatan PLN, bahan pangan, genset, dan sebagainya,” kata dia.Baca juga: Panglima TNI Sebut 32 Jembatan Bailey di Sumatera Sudah DigunakanDalam kesempatan yang sama, Agus mengungkapkan, TNI juga telah mendistribusikan 2.699,53 ton logistik untuk penanganan pascabencana di tiga provinsi tersebut.Distribusi logistik dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat guna memastikan bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak.“Adapun logistik yang sudah didistribusikan sejumlah 2.699,53 ton yaitu melalui angkatan udara, dan airdrop dan melalui KRI dan kapal ADRI dan bantuan melalui jalur darat,” kata Agus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-03 04:54