Jelang Nataru, Bupati Sumenep: Tolong Waspada Cuaca Ekstrem dan Bencana

2026-01-12 04:19:05
Jelang Nataru, Bupati Sumenep: Tolong Waspada Cuaca Ekstrem dan Bencana
SUMENEP, - Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta warga Sumenep, Jatim meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana alam menjelang Natal dan Tahun Baru.Permintaan itu disampaikan seiring meningkatnya curah hujan di wilayah Sumenep.Fauzi menegaskan, kewaspadaan perlu dilakukan sejak dini meskipun pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep berharap tidak terjadi bencana.Menurut dia, kesiapsiagaan menjadi langkah utama untuk menekan risiko bencana akibat cuaca ekstrem.“Kami tidak ingin bencana terjadi di Kabupaten Sumenep, namun sikap waspada perlu dilakukan sejak dini,” kata Fauzi, Rabu .Baca juga: BMKG Juanda Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 20 Desember 2025Dia meminta, masyarakat terlibat aktif dalam upaya mitigasi bencana.Pemkab Sumenep, lanjut dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dalam menjaga keselamatan dan lingkungan.Fauzi mengingatkan masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan sederhana.Seperti membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta memangkas pohon yang rawan tumbang."Kami juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras," tambah dia.Baca juga: Operasi Modifikasi Cuaca di Jatim Fokus di Wilayah Terdampak Bencana sampai 31 Desember 2025Selain itu, masyarakat yang bepergian selama libur Natal dan Tahun Baru diminta memperhatikan kondisi cuaca.Fauzi menegaskan, warga tidak perlu memaksakan perjalanan jika cuaca dinilai membahayakan keselamatan.Menurut Fauzi, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik.Namun tetap waspada selama periode akhir tahun. Keselamatan diri dan orang lain harus menjadi prioritas utama.“Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya tunda perjalanan,” harapnya.Baca juga: Dishub Jatim Larang Truk Pengangkut Material Beroperasi Selama 2 Pekan, Mulai 19 DesemberSementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Monsun Asia mulai aktif dan meningkatkan curah hujan di Indonesia.Aktivitas atmosfer seperti Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan Rossby Equator mulai memicu hujan lebat di sejumlah wilayah.BMKG juga mencatat adanya seruak dingin Siberia serta potensi bibit siklon tropis di selatan Indonesia.Pada periode 28 Desember hingga 10 Januari, wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi, mencapai 300–500 milimeter per bulan.


(prf/ega)