BANDUNG, - Oleh air hujan yang tak berhenti sejak siang, tanah di lereng Kampung Condong, RW 9, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, perlahan kehilangan pijakan.Pada Jumat sore, sekitar pukul 16.15 WIB, longsor benar-benar terjadi.Tak sampai dua jam kemudian, Ujang Sunarya (53) sudah meninggalkan rumahnya.Ia tak menunggu perintah berkali-kali.Sekitar pukul 17.30, Ujang bersama enam anggota keluarganya tiba di Kampung Cicarirang, RW 8.Rumah warga dijadikan tempat pengungsian darurat.Baca juga: Basarnas Cari Korban Longsor Arjasari, Hujan Jadi Kendala Utama"Ada tim dari pemerintahan yang menyuruh kami mengungsi ke bawah, ke Cicarirang," kata Ujang, mengingat sore yang membuat napas warga tercekat, dijumpai Selasa .Rumah yang selama puluhan tahun ia tempati kini berada tak jauh dari bibir longsoran.Jaraknya hanya sekitar empat meter dari retakan tanah yang menganga.Baginya, jarak itu bukan sekadar angka. Itu adalah batas antara rasa aman dan ancaman yang bisa datang kapan saja.Di pengungsian, hidup berubah total. Tak ada lagi lantai rumah yang dikenalnya sejak lama.Tak ada lagi bunyi kebun yang biasa ia lihat setiap pagi. Yang ada kini adalah lantai rumah orang lain, kasur tipis, dan selimut yang harus dibagi."Kalau di rumah mah nyaman. Di sini beda, tapi alhamdulillah, warga RW 8 menerima kami baik," ujarnya lirih.Ujang menyebut, sambutan warga setempat menjadi satu-satunya penghangat di tengah udara yang menusuk.Baca juga: Pencarian 3 Korban Longsor Masih Terus Dilakukan Arjasari, Bandung Masih Nihil, BPBD: Medannya SulitSoal makan, ia tak banyak mengeluh. Dapur umum menyuplai makanan tiga kali sehari.
(prf/ega)
Cerita Pengungsi Longsor Arjasari: Kasur Tipis, Selimut Terbatas, dan Harapan Tak Runtuh
2026-01-13 06:13:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:40
| 2026-01-13 05:45
| 2026-01-13 04:48
| 2026-01-13 04:18
| 2026-01-13 04:13










































