SAMARINDA, - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, memberikan klarifikasi lengkap terkait kasus murid SD yang mengalami patah kaki dan sebelumnya diduga sebagai korban perundungan (bullying).Ia menegaskan bahwa berdasarkan laporan sekolah, insiden tersebut terjadi saat para siswa bermain bersama dan bukan karena kekerasan yang disengaja.“Saya menerima informasi dari kepala bidang dan kepala sekolah. Prinsipnya kami sangat prihatin atas kejadian ini,” kata Asli saat ditemui pada Selasa .Asli menjelaskan bahwa sekolah sebenarnya telah membentuk tim anti kekerasan sesuai kebijakan Merdeka Belajar.Pihaknya selalu mengingatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk memperhatikan keamanan anak-anak, terutama usia dini.“Anak-anak itu bersahabat, mereka bermain seperti biasa. Dalam permainan itu terjadilah kekerasan yang tidak disengaja. Jangan-jangan mereka juga tidak punya niat menyakiti,” ujarnya.Baca juga: 4 Pelaku Bully di SMPN 1 Blora Pindah Sekolah, Disebut atas Kesepakatan OrangtuaIa menambahkan bahwa cedera pada anak dapat terjadi di berbagai situasi, tidak hanya di sekolah.“Saya punya anak yang waktu TK juga patah tangan karena bermain. Di rumah pun anak bisa jatuh atau terpeleset,” katanya.Asli menyampaikan bahwa sekolah telah memediasi kedua pihak orang tua setelah insiden terjadi, dan proses tersebut berjalan baik.“Kedua orang tua sudah dimediasi. Bahkan yang melakukan itu informasinya adalah anak yatim, dan wali muridnya siap membantu semampunya,” ujar Asli.Pihak sekolah juga dikatakan telah menunjukkan bentuk keprihatinan dengan membantu keluarga korban.“Kemarin saya juga sudah menghubungi sekolah. Mereka sudah datang ke rumah yang bersangkutan, memastikan tidak ada keberatan,” jelasnya.Terkait isu bahwa keluarga korban meminta sejumlah uang, Asli mengatakan belum menerima laporan resmi.“Saya kira biarlah ditangani tim di sekolah dulu. Karena pintunya itu ada satgasnya di sekolah. Informasi yang saya terima, kasus ini sebenarnya sudah clear,” ujarnya.Namun, Asli memastikan pihaknya tetap membuka ruang jika ada pihak keluarga yang merasa belum puas.
(prf/ega)
Patah Kaki di Lingkungan Sekolah, Disdik Samarinda: Terjadi Kekerasan yang Tidak Disengaja
2026-01-12 04:28:26
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:58
| 2026-01-12 04:36
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 03:04
| 2026-01-12 02:22










































