Dari Ragu Menjadi Laju, Pembayaran Digital Dongkrak Omzet UMKM Medan

2026-01-17 03:33:52
Dari Ragu Menjadi Laju, Pembayaran Digital Dongkrak Omzet UMKM Medan
MEDAN, - Awalnya, Safitri mengira pembayaran digital sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hanya menambah repot dan biaya bagi pedagang kecil.Namun, sejak memakai Octo Merchant, ia melihat hal sebaliknya. Penjualannya meningkat, arus kas lebih teratur dan usahanya semakin berkembang.Ibu berusia 42 tahun ini melanjutkan usaha empek-empek Setia Budi Medan yang sudah dibangun mertuanya sejak tahun 1999. Ia bersama suaminya berjibaku membangun bisnis kuliner khas Palembang itu sejak tahun 2019.“Awalnya tahun 2017 saya resign dari kerjaan. Terus diajari sama mertua untuk buat empek-empek. Nah, tahun 2019 itu mertua laki-laki meninggal dunia karena kena Covid-19.""Terus mertua perempuan juga sudah tua, makanya usaha itu kami lanjutkan,” kata Safitri kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya, kawasan Kecamatan Medan Johor, Minggu .Baca juga: BI Targetkan QRIS Bisa Dipakai di China dan Korea Selatan Mulai 2026Sejak saat itu, Safitri mulai berpikir keras mengembangkan usahanya di tengah kemajuan zaman yang serba digital.Perlahan-lahan ia mencoba penjualan secara online. Untungnya, produknya mulai dikenal luas. Pembelinya tak hanya di Medan karena sampai ke Aceh, Siantar, Karo dan Tarutung.Ibu dua anak ini juga mulai gencar mengikuti bazar-bazar yang diselenggarakan pihak swasta maupun pemerintah.Akan tetapi, dia mendapati kendala. Ternyata, sebagian besar pembeli ingin melakukan pembayaran secara QRIS.“Sebenarnya kami punya outlet di Jalan Setia Budi. Cuma kan saya maunya usaha ini berkembang lebih lagi. Ikut lah bazar sana sini. Nah, dari situ saya mulai sadar ternyata pembeli itu, rata-rata anak muda dan minta pembayarannya QRIS,” ucap Safitri.Dari situ, Safitri mulai mencari informasi dari pelaku UMKM lain terkait QRIS.Tak sedikit pula aplikator yang menawarkan produk QRIS kepadanya. Namun dia tak tertarik. Sebab, ia berhitung mengenai potongan biaya yang dikenakan.“Jadi dulu terdoktrin di otakku, ih ngapain pakai QRIS. Karena ada potongan biaya. Terus uangnya kan gak langsung masuk dari saldo QRIS ke saldo rekening. Padahal kan mau langsung diputar uangnya itu untuk belanja,” ungkap Safitri.Baca juga: Tarif Trans Jateng Hanya Rp 131 dengan QRIS Tap, Berlaku sampai 31 Desember 2025Pada tahun 2023, dia mulai mengenal Octo Merchant. Kala itu, ia mengikuti bazar yang diselenggarakan Pemerintah Kota Medan di Lapangan Benteng.Setiap UMKM diberi edukasi literasi digital. Ia pun ditawari untuk memakai Octo Merchant.“Waktu itu karena pembeli pun rata-rata pakai QRIS. Ya udah saya coba lah Octo Merchant. Dari pada lari nanti pembelinya kan.""Daftarnya gak ribet. Cukup pakai KTP dan Nomor Induk Berusaha. Gak nyangka juga, ternyata engga seribet yang sebelumnya ditawarkan aplikator lain,” ucap Safitri.“Octo ini tidak ada potongan apa-apa dan real time. Artinya saldo dari QRIS itu bisa langsung masuk ke saldo rekening Octo Mobile. Jadi terbantu kali lah ini,” sambungnya. Saftri menyampaikan, berkat Octo Merchant dirinya tak perlu lagi melakukan pencatatan keuangan secara manual. Seluruh riwayat aktivitas penjualannya sudah tercatat secara digital. Hal itu mempermudahnya untuk mendata pendapatan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-17 02:30