Unik, Misa Natal GKJW Rungkut Surabaya Dihiasi Dekorasi Ramah Lingkungan

2026-01-16 01:56:59
Unik, Misa Natal GKJW Rungkut Surabaya Dihiasi Dekorasi Ramah Lingkungan
SURABAYA, - Misa Natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Rungkut, Surabaya, berjalan khidmat dan penuh suka cita pada Rabu malam.GKJW Jemaat Rungkut dipadati jemaat pada malam Natal, dengan tenda-tenda dan ornamen Natal yang menghiasi setiap sudut gereja.Sebuah pohon Natal setinggi 2,5 meter, terbuat dari kerangka besi dililit lampu hias, menyambut jemaat di pintu masuk.Baca juga: Pohon Natal dari Sampah Plastik Hiasi Gereja Santo Paulus PekanbaruDi pintu utama ruang ibadah, tiga pohon Natal berbentuk kerucut menghiasi sudut ruangan.Satu di antaranya berkerangka besi dihias lilin yang dibungkus potongan botol air mineral, sementara yang lain terbuat dari origami koran dan dihiasi lampu emas.Di dalam ruang doa, terdapat pohon Natal berukuran sedang yang disusun dari gelas kemasan air minum dan snack, serta pita dari bekas kemasan makanan.Secara keseluruhan, enam pohon Natal berbahan daur ulang menjadi daya tarik utama perayaan Natal jemaat GKJW Jemaat Rungkut Surabaya.Ketua Panitia Natal GKJW Rungkut Surabaya, Irawan Febri menyatakan, keenam pohon Natal daur ulang tersebut merupakan karya dari delapan kelompok jemaat yang dilombakan dengan tema barang bekas."Kita memang lempar ke delapan kelompok dan karya ini dilombakan temanya menggunakan barang bekas pakai," kata Irawan kepada Kompas.com, Rabu .Pembuatan pohon Natal ini telah dilakukan selama beberapa minggu sebelum ibadah Natal, dengan jemaat bersemangat mengumpulkan barang bekas."Setelah Natal ini bahan-bahan dari pohonnya ada dari plastik kita kumpulkan, kalau kertas kita kumpulkan lagi, bisa dikreasikan lagi untuk tahun depan," ucapnya.Irawan menambahkan, seluruh jemaat mulai dari anak-anak hingga lansia, turut serta dalam pembuatan pohon Natal sebagai bentuk kerja sama antar generasi."Bekerja sama antar generasi. Jadi mulai anak-anak yang pulang kerja, bapaknya jemput anak sekolah, kita bikin bareng-bareng, berkreasi," ungkapnya.Irawan menegaskan, GKJW Jemaat Rungkut Surabaya tidak hanya mengampanyekan ramah lingkungan saat Natal, tetapi juga dalam kegiatan reguler melalui berbagai program gereja, termasuk program gereja ramah anak."Ada program gereja sendiri untuk ramah lingkungan, gereja ramah anak. Kita mengurangi sampah plastik. Kalau ada kegiatan apapun kita imbau bawa tumbler masing-masing, bisa ngisi air di sini," jelasnya.Gereja juga berupaya memberikan dampak positif kepada warga sekitar dengan mengumpulkan minyak jelantah."Kita sudah mulai mengumpulkan minyak jelantah dari warga karena walaupun sedikit itu bisa menyokong rencana renovasi kita," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-16 01:23