Polisi Identifikasi 10 Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone, Ini Identitasnya

2026-02-05 14:22:31
Polisi Identifikasi 10 Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone, Ini Identitasnya
JAKARTA, - Polisi kembali berhasil mengindentifikasi tujuh jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu .Polisi sebelumnya sudah berhasil mengindentifikasi tiga korban, Selasa malam.“Kemarin malam telah dilaksanakan rekonsiliasi dan telah dinyatakan teridentifikasi 3 orang. Pagi ini kami memutuskan 7 jenazah kami identifikasi. Jadi totalnya ada 10 jenazah,” jelas Kepala RS Polri Brigjen Pol Prima Heru dalam konferensi pers, Rabu.Baca juga: Cerita Haru Korban Kebakaran Gedung Terra Drone: Aku Selamat Ibu1. Rufaidha Lathiifunnisa, perempuan, 22 tahun, terindentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis dan properti2. Novia Nurwana, perempuan, 28 tahun, terindentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti3. Yoga Valdier Yaseer, laki-laki, 28 tahun, terindentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis dan properti4. Pariyem (31), Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan catatan medis.5. Ninda Tan perempuan, 32 tahun, beralamat Serpong Utara, Tangerang Selatan. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti.6. Muhammad Ariel Budiman. Laki-laki, 24 tahun, beralamat Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan sidik jari, gigi, dan properti.7. Muhammad Apriyana. Laki-laki, 40 tahun, beralamat Kecamatan Sudimara Jaya, Tangerang. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti.8. Dela Yohana Simanjuntak. Perempuan, 22 tahun, beralamat Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan gigi, tanda medis, dan properti.9. Nasaelia Sabita Nurazizah. Perempuan, 27 tahun, beralamat Tanah Abang, Jakarta Pusat. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan gigi, tanda medis, dan properti.10. Atinia Isnaini Rashidah. Perempuan, 18 tahun, beralamat Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, tanda medis, dan properti.Sedangkan 12 jenazah lainnya masih diperiksa akan dilaksanakan rekonsiliasi sore ini.“Sore akan rekonsiliasi sekitar 12 jenazah, sudah 20 yang diperiksa jenazahnya,” katanya.Baca juga: Satu-satunya yang Selamat di Lantai 3 Kebakaran Terra Drone, SA Syok Rekannya TewasSebelumnya, kebakaran terjadi di Gedung Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Selasa kemarin.Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta menyebutkan, kebakaran di Gedung Terra Drone mulai diketahui sejak pukul 12.43 WIB.Tim Damkar kemudian meluncur ke lokasi kejadian dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB.Lalu sekitar pukul 14.10 WIB, tim Damkar telah berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi kejadian.Polres Metro Jakarta Pusat pada pukul 17.00 WIB mengonfirmasi jumlah total korban meninggal sebanyak 22 orang."Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro di lokasi, Selasa.Baca juga: Kebakaran Terra Drone Tewaskan 22 Orang, Pramono: Pasti Gedungnya Langgar Aturan!Menurutnya, para korban meninggal rata-rata disebabkan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan lemas dan berujung kepada kematian."Asap naik ke lantai 2, 3, dan sebagainya, oksigen juga kurang, sehingga banyak yang meninggal karena lemas di atas," kata Susatyo.Semua korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diidentifikasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-05 13:05