5 Cara Ampuh Cegah Bau Apek Lemari, Pakaian Langsung Segar

2026-01-16 06:23:53
5 Cara Ampuh Cegah Bau Apek Lemari, Pakaian Langsung Segar
– Lemari pakaian yang tercium bau lembap dan apek setiap kali dibuka bisa menjadi tanda adanya kelembapan yang terperangkap di dalamnya. Kondisi ini kerap terjadi karena lemari merupakan ruang tertutup, jarang terpapar sinar matahari, dan minimnya ventilasi pada lemari sehingga kelembapan dan jamur mudah menumpuk dalam waktu singkat. Baca juga: Sambut Natal, Yuk Bikin Lemari Kayu Kembali Kinclong Jika dibiarkan, bau tak sedap ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga dapat merusak serat pakaian dan memicu pertumbuhan jamur. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mencegah masalah ini.Dilansir dari laman Southern Living pada Selasa berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar lemari tetap kering dan segar.Baking soda sudah terbukti ampuh dalam membersihkan kulkas dan perabot rumah tangga. Cara yang sama bisa kamu coba untuk menghilangkan bau lembab dan apek pada lemari pakaian.Cukup letakkan baking soda pada wadah kecil yang terbuka dan letakkan wadah tersebut di dalam lemari.Cara ini memungkinkan zat yang ada pada baking soda menyerap kelembapan dan bau apek di lemari.Beberapa jenis pakaian berbahan halus memang rentan menyusut jika terkena panas pengering yang berlebihan.Namun, itu bukan alasan untuk menyimpan pakaian dalam kondisi lembap di dalam lemari. Baik pakaian halus maupun jenis lainnya, menyimpannya saat masih basah, entah karena belum kering sempurna atau keterbatasan ruang justru dapat memicu bau apek, jamur.Baca juga: Cegah Infeksi Rayap di Lemari Kayu, Lakukan Tiga Hal IniMeski praktis dan hemat tempat, cara ini berisiko menimbulkan bau apek di dalam lemari. Ruang lemari yang sempit, minim cahaya, dan kurang ventilasi membuat bakteri serta jamur mudah berkembang dan terperangkap.Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya gantung pakaian yang belum kering sempurna di luar lemari, buat area penyimpanan tersendiri untuk mengeringkan pakaian agar kering sempurna tanpa terkena panas berlebih.Langkah berikutnya untuk mencegah lemari berbau apek adalah melakukan pencucian pakaian secara rutin, terutama pakaian yang jarang digunakan.Penyimpanan terlalu lama dapat memicu munculnya bau, karena beberapa jenis kain mudah menyerap aroma.Baca juga: Cegah Infeksi Rayap di Lemari Kayu, Lakukan Tiga Hal IniDitambah dengan sirkulasi udara lemari yang minim, kondisi ini dapat membuat lemari lembap dan menyebabkan pakaian yang jarang dipakai menjadi sumber bau apek.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-16 13:59