Mengapa Influencer Lebih Dipercaya Mengelola Donasi untuk Korban Banjir di Sumatera? Ini Penjelasan Sosiolog

2026-01-12 02:59:00
Mengapa Influencer Lebih Dipercaya Mengelola Donasi untuk Korban Banjir di Sumatera? Ini Penjelasan Sosiolog
- Pernyataan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul terkait artis hingga influencer yang hendak mengelola donasi harus izin ke pemerintah menjadi sorotan publik.Pernyataan itu muncul setelah influencer sekaligus konten kreator Ferry Irwandy berhasil menghimpun dana bantuan untuk korban banjir di Sumatera sebanyak lebih dari Rp 10,3 miliar hanya dalam 24 jam.Penggalangan dana dilakukan melalui platform Kitabisa dan telah disalurkan ke Sumatera pada Kamis .Aksi solidaritas yang juga diikuti oleh influencer lainnya ini membuktikan bahwa julukan penduduk Indonesia sebagai warga paling dermawan sedunia bukan isapan jempol semata.Namun, di balik fenomena tersebut, muncul pergeseran pola filantropi masyarakat di mana publik kini lebih mempercayai figur induvidual, seperti influencer dibandingkan institusi negara untuk mengelola dana bantuan banjir di Sumatera.Lantas, mengapa publik kini lebih percaya kepada influencer?Baca juga: Galang Dana Rp 10,3 Miliar, Ferry Irwandi Kirim 5,2 Ton Bantuan ke Sumatera dalam 2 HariSosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Drajat Tri Kartono mengatakan, fenomena di mana masyarakat lebih percaya individual ketimbang informasi negara bukan hal yang baru.Dia mengatakan, fenomena yang sama juga pernah terjadi di masa Orde Baru.Bedanya, saat itu, istilah influencer belum bermunculan seperti saat ini.Influencer adalah orang yang memiliki banyak pengikut di media sosial sehingga mampu memengaruhi opini dan perilaku audiensnya.Dengan pengikut yang banyak, tak mengherankan jika seorang influencer kini mudah mendapat kepercayaan dari publik.Apalagi, istilah ini muncul ketika akses teknologi meningkat pesat dan publik cenderung mengonsumsi informasi dari media sosial."Kenapa kok sekarang influencer itu percaya? Karena influencer itu mengatakan apa yang yang mereka hadapi dan mereka lihat kepada followers-nya yang banyak. Nah, sehingga mereka dianggap lebih jujur," jelas Drajat, saat dihubungi Kompas.com, Rabu .Di sisi lain, meningkatnya kepercayaan publik kepada influencer juga tidak lepas dari kinerja pejabat publik yang kurang memuaskan.Drajat mengatakan, pejabat di Indonesia sering kali menyampaikan pernyataan kontroversial yang berujung permintaan maaf.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-12 02:38