GKR Timoer: KGPAA Hamangkunegoro Telah Jalani Adat sebagai Pakubuwono XIV

2026-01-12 07:35:57
GKR Timoer: KGPAA Hamangkunegoro Telah Jalani Adat sebagai Pakubuwono XIV
- Putri tertua Sinuhun Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, menegaskan bahwa KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram telah sah menjadi Pakubuwono XIV.Ia juga membantah klaim Maha Menteri KGPA Tedjowulan yang menyebut dirinya sebagai raja ad interim di Keraton Kesunanan Surakarta Hadiningrat.Dilansir dari TribunSolo.com, GKR Timoer menyatakan, KGPA Tedjowulan tidak pernah terlibat dalam kegiatan adat Keraton Surakarta dan tidak hadir dalam acara jumenengan.Baca juga: KGPAA Hamangkunegoro Ikrarkan Diri sebagai Pakubuwono XIV, KGPA Tedjowulan Beri Respon“Itu tidak benar. Karena beliau memang tidak di keraton juga. Sampai hari ini pun tidak kelihatan. Tahu sendiri acara keraton jumenengan tidak pernah hadir,” tuturnya, Kamis .Ia menegaskan, kepemimpinan KGPAA Hamangkunegoro sebagai Pakubuwono XIV berjalan baik dan sesuai paugeran.“Hadir kalau seperti ini saja. Mengklaim-klaim. Masalah klaim dia menggantikan itu tidak benar. Keraton berjalan baik di bawah kepemimpinan sekarang,” ujarnya.Baca juga: Profil Gusti Purboyo, Putra Mahkota Keraton Solo yang Nyatakan Naik Takhta Jadi Pakubuwono XIVMenurut GKR Timoer, prosesi jumenengan Pakubuwono XIV akan dilaksanakan dalam waktu dekat.“Oh iya iya iya itu iya (prosesi adat jumenengan dengan tari bedhoyo ketawang). Sedang kami cari hari baiknya, kan kalau wong Jowo mesti ada hitungannya, terus baik apa enggak. Enggak (menunggu 40 hari). Secepatnya,” jelasnya.Setelah prosesi jumenengan, Keraton Surakarta juga akan membentuk bebadan baru di bawah kepemimpinan Pakubuwono XIV.“Ya pasti kan ada arah ke sana (membentuk bebadan baru). Tapi ya pelan-pelan. Ini istilahnya untuk ngepyake jumenengan aja kita masih belum jadi. Nanti setelah itu baru kita akan rapatkan untuk pembentukan dan sebagainya. Tapi kan ini masih dalam suasana berkabung, ya pelan-pelan kita jalannya ke arah yang ke sana,” tutur GKR Timoer.GKR Timoer menegaskan, secara adat, pengumuman penerus tahta harus dilakukan sebelum jenazah sinuhun diberangkatkan keluar keraton.“Itu memang memang sudah keharusan, memang sudah harus keharusan di mana sinuhun diberangkatkan itu sudah harus, sudah suatu keharusan sesuai adat ketika jenazah diberangkatkan itu harus ada yang sudah dijumenengke (dikukuhkan),” katanya.Ia menjelaskan, KGPAA Hamangkunegoro tidak ikut berangkat ke Kompleks Makam Imogiri, Bantul, karena telah resmi naik tahta.“Iya (tidak berangkat ke Imogiri) untuk mempertegas,” ujarnya.Menurutnya, peralihan tahta yang cepat merupakan tradisi lama di Keraton Surakarta, kecuali pada masa Pakubuwono XII karena konflik internal.


(prf/ega)