Sampah yang Penuhi Jalan Dekat Stasiun Depok Baru Makin Parah Setahun Terakhir

2026-02-08 19:45:21
Sampah yang Penuhi Jalan Dekat Stasiun Depok Baru Makin Parah Setahun Terakhir
DEPOK, - Kondisi tumpukan sampah yang meluber ke bahu Jalan Baru Plenongan di dekat Stasiun Depok Baru disebut semakin parah selama setahun terakhir.Warga bernama Dhany (38) memperkirakan tumpukan sampah yang tumpah ke jalan sudah muncul lebih dari setahun.Tumpukan sampah itu berjejer di pinggir jalan, bahkan memakan sebagian jalanan, tepat di depan sebuah tempat penampungan sementara (TPS).Baca juga: Tumpukan Sampah Dekat Stasiun Depok Baru Tutupi Setengah Jalan“Kondisi sampah sebanyak ini tuh baru pas setahun ini, sebelumnya juga sudah ada (sampah di jalan), tapi enggak sebanyak sekarang,” kata Dhany saat ditemui di lokasi, Senin .Menurut dia, selama setahun ke belakang, tumpukan sampah yang meluber di bahu jalan semakin tinggi dan melebar. Kini, lebar jalan yang bisa dilalui pengendara hanya berkisar 4-5 meter untuk dua jalur.Tumpukan sampah di bahu jalan juga terhitung lama dibiarkan. Dhany menyebutkan, lebar jalan baru akan kembali bersih dari sampah setelah melewati pukul 12.00 WIB.“Diangkutnya tuh cuma separuh, jadi siangan sudah bersih tapi besoknya sudah ada lagi sampah di jalan,” ujar dia.Kondisi ini yang kadang membuat pengendara tidak merasa nyaman setiap kali melintas terutama di waktu pagi hari atau saat berangkat kerja.Senada, warga lain bernama Wira (36) juga merasa terganggu dengan timbulan sampah yang tidak beraturan itu.Meski sampah itu akan diangkut, bau tidak sedap atau sisa sampah yang berserakan tetap membuat Wira sebagai pengendara tidak nyaman.Baca juga: Sampah Meluber ke Jalan Baru Plenongan Depok, Bikin Macet Tiap PagiDitambah, hal ini menambah kesan kumuh untuk lokasi yang berada tepat di belakang Balai Kota Depok.“Masalahnya memang enggak cuma tumpukan sampah yang makan separuh jalan, kadang sampah berserakan di beberapa sudut juga suka kelihatan,” ujar Wira.“Alasannya (sampah di bahu jalan) karena kekurangan mobil doang katanya, buat angkut ke TPA. Saya sudah sampai pernah nanya karena ya jadi suka macet terus pas lewat sini,” tambah dia.Pantauan Kompas.com di lokasi, tumpukan sampah tampak menutupi separuh bahu jalan selebar 4-5 meter.Tumpukan sampah yang diperkirakan memiliki tinggi satu meter ini membentang di sepanjang jalan berkisar 15-20 meter.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-08 17:27