KIP Kuliah Cair Rp14,30 Triliun, Jumlah Penerima Lebih dari 1 Juta Mahasiswa

2026-01-13 08:52:51
KIP Kuliah Cair Rp14,30 Triliun, Jumlah Penerima Lebih dari 1 Juta Mahasiswa
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) mengungkapkan data hasil kerja terkait pemberian bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk para mahasiswa tidak mampu.Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikti saintek, Togar M Simatupang menyebut sepanjang tahun 2025 ada 200.000 mahasiswa baru yang mendapatkan KIP Kuliah."Untuk tahun ini kami telah menyampaikan kepada para penerima yang berhak dan itu sudah berhasil untuk mencapai 200.000 (orang) untuk mahasiswa baru," ungkap Togar saat temu media pada Rabu di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat.Adapun taget mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan untuk mendapatkan KIP Kuliah mencapai 844.174 orang.Total sasaran penerima KIP Kuliah ini sesuai dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan Kemendikti saintek melampaui target yang ditentukan Presiden Prabowo."Di sini ada angkanya 1.044.174 untuk sasaran dan kita sudah merealisasikannya terhadap total yang baru tadi dan juga yang sedang berjalan itu 1.050.454. Jadi ini boleh dikatakan di atas target yang ditetapkan dan jumlah rupiahnya itu sekitar 14,30 triliun." ujar Togar.https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/ Ilustrasi KIP Kuliah. Adapun total anggaran untuk KIP Kuliah sebesar Rp 14,98 triliun.Dengan demikian secara persentase realisasi penyaluran KIP Kuliah oleh Kemendikti saintek mencapai 100,60 persen dengan anggaran yang terpakai sebanyak 95,46 persen.Di sisi lain, terkait beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal), Orang Asli Papua (OAP), anak TKI di luar negeri, dan penyandang disabilitas, sasaran penerimanya tahun 2025 adalah 9.174 mahasiswa.Baca juga: Berapa Uang KIP Kuliah Per Semester? Cek Detail BesarannyaNamun Kemendikti saintek baru mampu menyalurkan ke 8.783 mahasiswa dengan jumlah dana Rp 159,07 miliar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-13 08:09