JAKARTA, - YouTube berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemenkomdigi RI), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) untuk menjaga kesehatan mental remaja di dunia digital.Global Head of Health di YouTube, Garth Graham, M.D., M.P.H., FACP, FACC mengatakan, kolaborasi ini dilandaskan pada gelombang depresi, kecemasan, dan tantangan yang sedang dihadapi oleh para remaja."Di Indonesia, ada sekitar 46 juta remaja dan banyak dari remaja tersebut berinteraksi di platform kami. Dan kami bertanggung jawab atas apa yang kami lakukan, dan bagaimana kami memastikan keamanan mereka," kata Graham dalam konferensi pers YouTube di Jakarta Selatan, Kamis .Baca juga: Sering Dianggap Tak Berbahaya, Kebiasaan Anak Nonton YouTube Bisa Mengubah Perilaku SosialnyaTidak semua konten baik untuk dikonsumsi oleh remaja. Sesekali melihat saja mungkin tidak masalah. Namun, ini bisa menjadi tantangan ketika mereka terpapar konten tersebut terus-menerus.Misalnya konten tentang body image, alias persepsi dan perasaan seseorang mengenai penampilan fisik tubuhnya, baik secara bentuk, ukuran, dan berat badan.Tidak semua konten tentang body image bernuansa positif. Meskipun awalnya seorang remaja menonton konten body image yang positif, bisa saja ia terpapar konten body image yang negatif di video-video selanjutnya./Bill Clinten Global Head of Health YouTube, Dr. Garth Graham dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .
(prf/ega)
Jaga Kesehatan Mental Remaja Indonesia, YouTube Gandeng Pemerintah, Psikolog, dan Psikiater
2026-01-12 07:27:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:53
| 2026-01-12 06:41
| 2026-01-12 06:23
| 2026-01-12 05:59










































