Listrik Padam di Aceh, Pebisnis Merugi Belasan Miliar Sehari

2026-01-14 12:39:35
Listrik Padam di Aceh, Pebisnis Merugi Belasan Miliar Sehari
LHOKSEUMAWE, – Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) masih berupaya memulihkan suplai listrik di 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir di Provinsi Aceh hingga Rabu . Pemadaman listrik ini tidak hanya menyulitkan pengungsi dan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi pelaku usaha.Fathani, pemilik Kafe Stasion di Lhokseumawe, mengungkapkan bahwa ia harus mengeluarkan biaya tambahan hingga Rp 1 juta per hari untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) guna mengoperasikan mesin generator."Kondisi itu sudah berlangsung sejak 26 November 2025 hingga saat ini," ujar Fathani.Baca juga: Qisthi Widyastuti, Hakim di Aceh Tamiang yang Ditolong Warga Binaan yang Divonisnya Untuk pabrik air kemasan skala kecil, ia menghabiskan Rp 4 juta per hari untuk bahan bakar generator.Bisnis seperti air isi ulang, pertashop, minimarket, restoran, dan kafe sangat bergantung pada listrik, terutama karena sistem pembayaran yang menggunakan komputer.“Bayangkan, jika setiap outlet saja mengeluarkan Rp 1,5 juta sehari untuk bahan bakar generator, dan ada sekitar 10.000 outlet di seluruh Provinsi Aceh yang menggunakan sistem pembayaran komputerisasi, maka kerugian yang ditanggung sehari mencapai Rp 15 miliar,” jelasnya.Dalam situasi bencana banjir ini, Fathani menuturkan, pebisnis tidak lagi memikirkan keuntungan besar, melainkan lebih kepada membantu masyarakat."Sayang juga masyarakat tidak bisa menghidupkan ponsel dan internet untuk bekerja dan menghubungi keluarga. Oleh karena itu, sejak hari pertama saya menghidupkan mesin generator di kafe agar bisa digunakan masyarakat," tambahnya.Baca juga: Listrik di Aceh Baru Menyala 60 Persen, DPR Minta Bahlil Tak Bohongi PresidenFathani berharap agar Presiden RI Prabowo Subianto dapat memaksimalkan seluruh kekuatan negara untuk mempercepat pemulihan listrik di Aceh.Sebelumnya, diberitakan bahwa banjir telah merendam 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, dengan daerah terparah meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-14 10:51