Liburan ke Berau: Gerbang Menuju Pantai Sebening Kaca, Snorkeling dengan Ubur-ubur Tanpa Sengat

2026-02-01 17:15:12
Liburan ke Berau: Gerbang Menuju Pantai Sebening Kaca, Snorkeling dengan Ubur-ubur Tanpa Sengat
- Tinggal dan beraktivitas di Jakarta, liburan ke Bali kerap menjadi rujukan utama ketika ingin berlibur ke pantai, menikmati alam, sekaligus berburu kuliner. Namun, perjalanan kali ini membawa saya ke arah yang berbeda.Di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Berau, ternyata tersimpan destinasi yang menawarkan pesona pantai sebening kaca hingga ekosistem bawah laut yang memukau.Perjalanan saya menuju Berau dimulai dengan penerbangan menuju Bandar Udara Kalimarau, Kalimantan Timur pada Senin .Setibanya di Kalimarau, perjalanan dilanjutkan dengan mobil menuju pusat kota Tanjung Redeb menuju ke tempat penginapan, Hotel Mercure Berau. Waktu tempuhnya relatif singkat, hanya sekitar 15 menit.Hotel Mercure Berau menjadi titik awal perjalanan saya menjelajahi eksotisme gugusan kepulauan di sisi timur Kalimantan ini.DOK./Ayunda Hotel Mercure Berau, Kalimantan TimurSebagai satu-satunya hotel dengan jaringan internasional di Berau, hotel ini tidak sekadar menjadi tempat menginap yang aman dan nyaman, tetapi juga menjadi gerbang perjalanan wisata menyusuri gugusan pulau.Sebelum memulai perjalanan, saya menyempatkan diri untuk mengisi perut dengan Nasi Goreng Buntut di Sanggam Bistro yang terletak di lantai 3 Hotel Mercure Berau. Pilihan makanan khas lainnya ada Nasi Goreng Kampung dan Sop Buntut Bakar Murjani.Berau memang terkenal dengan beragam nasi goreng yang menggugah selera. Sepiring nasi goreng cukup menjadi energi memulai petualangan menjelajah pulau.DOK./Ayunda Nasi Goreng Buntut Sanggam Bistro, Hotel Mercure BerauUsai bersantap, perjalanan pun dimulai. Bila biasanya Pulau Derawan jadi pilihan, kali ini Pulau Kakaban dan Maratua yang menjadi pilihan. Selain tidak sepadat Pulau Derawan, kedua pulau ini direkomendasikan karena destinasinya tak kalah menakjubkan.Dari Mercure Berau, perjalanan menuju Pulau Kakaban ditempuh dengan speedboat. Saya terlebih dahulu menuju Dermaga Wisata Sanggam. Dari hotel, hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja untuk sampai ke dermaga.Lintas sungai dan laut, perjalanan ke Pulau Kakaban membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Tidak singkat memang, namun waktu tempuh itu terbayar oleh bentangan laut tenang dengan sebening kaca, berpadu dengan pasir putih di tepian pulau.Terpukau dengan keindahan pantai, keunikan Kakaban lainnya ada di bagian tengah pulau. Di sana terdapat danau air asin terbesar di dunia, rumah bagi ribuan ubur-ubur endemik yang tidak memiliki sengat.Sedikitnya empat jenis ubur-ubur dapat ditemukan di Danau Kakaban, di antaranya ubur-ubur emas (Mastigias cf. albipunctatus) dan ubur-ubur terbalik (Cassiopea sp). Ubur-ubur tersebut telah mengalami proses evolusi panjang hingga kehilangan kemampuan menyengatnya, karena hidup di lingkungan yang relatif bebas dari predator.Untuk menuju danau di tengah pulau, saya terlebih dahulu menyusuri jalan setapak kayu yang membelah hutan tropis. Hijaunya hutan amat menenangkan mata, ditambah udaranya yang sejuk, tidak seperti daerah pesisir pada umumnya.DOK. /Ayunda Jalan setapak menuju Danau KakabanPulau Kakaban menawarkan ekowisata lengkap dengan tiga ekosistem berbeda: hutan, laut, dan danau payau dalam satu pulau kecil yang terjaga kelestariannya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-01 22:01