- Europol, badan kepolisian Uni Eropa, mengumumkan telah menutup paksa salah satu layanan pencucian uang kripto terbesar di dark web, ChipMixer.Layanan pencampur kripto tersebut resmi dihentikan setelah selama bertahun-tahun melayani permintaan pencucian kripto, Bitcoin.Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita tiga server, domain cryptomixer.io, dan data lebih dari 12 terabyte.Dalam operasi gabungan otoritas Jerman dan Amerika Serikat, pada akhir November lalu, polisi juga berhasil mengamankan aset kripto dalam jumlah fantastis, 1.909 keping Bitcoin. Jika dikonversi dengan kurs saat ini, nilai sitaan tersebut mencapai sekitar Rp 3 triliun.Baca juga: Harga Bitcoin Terjun Bebas, Kekayaan Penciptanya Amblas Rp 714 TriliunMenurut rilis Europol, ChipMixer diduga telah memproses transaksi kripto senilai total 2,73 miliar Euro (sekitar Rp 53 triliun) sejak beroperasi pada 2016.Setelah disita, situs CryptoMixer menampilkan halaman pemberitahuan penyitaan, menggantikan antarmuka yang sebelumnya dipakai pengguna untuk mencampur transaksi.Baca juga: Anak Magang Dipaksa Serahkan Hadiah Nvidia RTX 5060, Akhirnya Pilih ResignGizmodo Layanan pencampur kripto CryptoMixer resmi dihentikan setelah selama bertahun-tahun aparat hukum setelah dipakai untuk menyamarkan aliran dana Bitcoin.Sesuai namanya, ChipMixer bekerja layaknya mesin cuci digital. Layanan ini menerima setoran Bitcoin dari pengguna, lalu "mengaduknya" dengan Bitcoin milik pengguna lain.Setelah tercampur, uang tersebut dikirim kembali ke alamat dompet (wallet) yang berbeda dalam pecahan acak.Tujuannya memutus jejak digital. Dengan cara ini, uang hasil kejahatan menjadi "bersih" dan sulit dilacak oleh penegak hukum di blockchain.Europol menyebutkan bahwa ChipMixer menjadi favorit para pelaku kriminal kelas berat. Layanan ini digunakan secara luas untuk mencuci uang hasil penjualan narkoba di pasar gelap, perdagangan senjata, hingga penipuan kartu kredit.Investigasi menemukan bahwa layanan ini adalah "bank" andalan bagi kelompok hacker ransomware terkenal, seperti dikutip KompasTekno dari Gizmodo.Nama-nama geng hacker, seperti Zeppelin, SunCrypt, Mamba, Dharma, hingga Lockbit tercatat menggunakan ChipMixer untuk mencuci uang tebusan yang mereka peras dari korban.Baca juga: Mengenal Ransomware LockBit 3.0 Brain Cipher yang Serang PDNS dan Minta Tebusan Rp 130 MiliarPenutupan CryptoMixer tidak berdiri sendiri. Kasus-kasus serupa sudah beberapa kali terjadi dalam satu dekade terakhir.Bitcoin Fog, salah satu mixer pertama yang beroperasi sejak awal 2010-an, ditutup setelah operatornya, Roman Sterlingov, ditangkap di AS. Ia dijatuhi hukuman 12,5 tahun penjara pada 2024 atas dakwaan konspirasi pencucian uang.
(prf/ega)
Layanan Pencuci Uang CryptoMixer Digerebek, Polisi Sita Bitcoin Rp 3 Triliun
2026-01-12 12:52:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 13:10
| 2026-01-12 12:32
| 2026-01-12 12:22
| 2026-01-12 12:05
| 2026-01-12 11:45










































