JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan dirinya mengenakan jersei Persija saat meninjau lokasi kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa .Penampilan tersebut sempat menjadi sorotan publik karena dinilai tidak sesuai dengan situasi darurat yang terjadi.“Termasuk kemarin ada yang nanya kenapa saya pakai baju Persija?” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu .Baca juga: Pramono Ungkap Alasan Pemprov DKI Tanggung Biaya Korban Kebakaran Gedung Terra DronePramono menjelaskan, penampilannya pada saat itu tidak ada unsur kesengajaan.Ia menuturkan, ketika kebakaran terjadi, dirinya sedang mengikuti acara pertandingan persahabatan bersama para duta besar dan Kementerian Luar Negeri, di mana ia berperan sebagai salah satu pemain Persija.“Saya lari-lari karena lagi acara, match day dengan para duta besar dan Kementerian Luar Negeri, masih main sebagai pemain Persija, ada berita itu (kebakaran Gedung Terra Drone), saya langsung menuju ke tempat kebakaran,” lanjut dia.Begitu mendapatkan informasi tentang kejadian kebakaran yang menewaskan 22 orang itu, Pramono langsung menghentikan aktivitasnya dan menuju lokasi tanpa mengganti pakaian.Bahkan, ia mengaku sempat turun dari mobil dan melanjutkan perjalanan menaiki motor patwal karena kondisi lalu lintas tengah macet.“Untuk ke sana, saya tidak naik mobil, karena udah enggak bisa, macet. Saya naik motor. Sehingga dengan demikian ya apa pun saya ini kan merupakan karakter kepemimpinan yang saya pimpin di Jakarta,” lanjut dia.Baca juga: Usai Kebakaran Terra Drone, Pramono Akan Cek Sertifikat Laik Fungsi Gedung di JakartaUsai meninjau lokasi, Pramono menilai gedung tersebut tidak memiliki fasilitas penyelamatan yang memadai saat kebakaran terjadi.“Memang problem utamanya adalah gedung tersebut tidak dipersiapkan dengan rescue kalau terjadi kebakaran,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu .Meski tersedia alat pemadam dan hydrant, gedung tersebut tidak dipersiapkan untuk menghadapi kondisi darurat.Padahal, di dalamnya terdapat aktivitas penjualan dan penyimpanan baterai litium drone yang memiliki risiko tinggi.“Memang ada pemadam, hydrant-nya ada, tetapi yang tidak ada adalah bagaimana kemudian mereka kan menjual ataupun menyiapkan baterai litium untuk dronenya. Yang jadi problem kan kemarin itu,” ungkap dia.Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta menginformasikan bahwa kebakaran terjadi di kantor PT Terra Drone Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, sekitar pukul 12.40 WIB.Baca juga: 22 Korban Tewas Kebakaran Terra Drone Diduga Hirup Asap Bercampur Zat BeracunPetugas pemadam kebakaran langsung menuju ke lokasi dan tiba pukul 12.50 WIB dan langsung melakukan penanganan.Akibat kebakaran itu, 22 korban meninggal dunia. Korban terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan.
(prf/ega)
Alasan Pramono Pakai Jersei Persija saat Tinjau Kebakaran Gedung Terra Drone
2026-01-13 06:18:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 05:28
| 2026-01-13 04:23
| 2026-01-13 04:16
| 2026-01-13 03:59
| 2026-01-13 03:43










































