Pemkab Pemalang Komitmen Berikan Perlindungan Sosial bagi Pekerja Rentan

2026-01-16 00:50:50
Pemkab Pemalang Komitmen Berikan Perlindungan Sosial bagi Pekerja Rentan
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan di wilayahnya.Komitmen tersebut disampaikan Bupati Pemalang Anom Widyantoro pada kegiatan sosialisasi bantuan iuran kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Pendopo Kantor Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu .“(Kegiatan) ini merupakan bagian dari usaha kami di pemerintah daerah untuk memberikan kontribusi bagi keluarga rentan sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh keluarga,” ujar Anom, seperti dikutip dari siaran pers Pemkab Pemalang, Minggu .Ia menambahkan, program ini tidak dimaksudkan untuk membebani masyarakat, tetapi justru menjadi langkah pencegahan agar risiko sosial dapat diantisipasi melalui program yang dibiayai dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).Bupati menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pemalang yang ditujukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat rentan berusia 55–65 tahun.Tahun ini, Pemkab Pemalang telah mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 untuk memberikan santunan kematian kepada pekerja rentan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.Anom berharap, program ini bisa diperluas ke lebih banyak sektor pekerjaan, termasuk industri rumahan dan sektor lain di Kecamatan Watukumpul.“Mudah-mudahan, jaring (pengaman sosial) ini bisa kami perluas lagi di tahun-tahun berikutnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.Baca juga: TMMD di Desa Sukorejo Pemalang Sukses Digelar, Berhasil Bangun Jalan AntardesaSebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pemalang Umroni menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja rentan tentang manfaat perlindungan sosial ketenagakerjaan.“Tujuan diadakan sosialisasi ini adalah (menjalin) silaturahim, meningkatkan kesadaran pekerja rentan akan manfaat perlindungan sosial, serta menyampaikan informasi bantuan iuran kepesertaan dari DBHCHT,” kata Umroni.Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi juga diharapkan dapat memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Watukumpul.Bupati Pemalang pun menekankan bahwa perlindungan sosial tidak hanya memberi rasa aman bagi pekerja dan keluarganya, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup serta akses pendidikan bagi keluarga yang ditinggalkan.“Pendidikan menjadi kunci untuk keluar dari kemiskinan dan meningkatkan daya saing penduduk,” tegas Anom.Baca juga: Dukung Program Kecamatan Berdaya, Pemkab Pemalang Resmikan RPPA Kecamatan UlujamiMelalui berbagai program perlindungan sosial, Pemkab Pemalang berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing daerah menuju Indonesia Emas 2045.Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pemalang dr Noor Faizah Maenofie, Forkopimcam Watukumpul, para kepala desa di wilayah setempat, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, serta masyarakat penerima manfaat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 00:07