Wall Street Menguat Tajam, Saham AI Pimpin Reli di Tengah Harapan Akhir Shutdown AS

2026-01-11 22:56:32
Wall Street Menguat Tajam, Saham AI Pimpin Reli di Tengah Harapan Akhir Shutdown AS
NEW YORK, - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tajam pada perdagangan, Senin waktu setempat. Dipimpin oleh lonjakan saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Nvidia dan Palantir. Kenaikan terjadi di tengah optimisme bahwa kebuntuan anggaran pemerintah federal yang menyebabkan penutupan (shutdown) terpanjang dalam sejarah AS akan segera berakhir. Mengutip Reuters Selasa , Indeks S&P 500 naik 1,54 persen ke level 6.832,43, Nasdaq melesat 2,27 persen ke posisi 23.527,17, menjadi kenaikan harian tertinggi sejak akhir Mei. Baca juga: Wall Street Sepekan Ini Diproyeksi Goyang, Investor Cermati Data Ekonomi AS dan Dampak Shutdown Sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,81 persen ke 47.368,63. Indeks PHLX Semiconductor juga melonjak 3 persen. Kenaikan di Wall Street terjadi setelah kompromi politik untuk mengakhiri shutdown berhasil lolos tahap awal di Senat pada Minggu malam, meskipun waktu persetujuan final di Kongres masih belum pasti. “Shutdown ini berlangsung lebih lama dari perkiraan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap ekonomi, termasuk potensi gangguan penerbangan,” ujar Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer Northlight Asset Management. Baca juga: Wall Street Melemah, Tekanan Valuasi Saham Teknologi Kian Terasa Saham-saham teknologi besar menjadi motor utama penguatan pasar. Nvidia melonjak 5,8 persen, Palantir naik 8,8 persen, dan Tesla menguat 3,7 persen. Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird, mengatakan kenaikan tersebut merupakan rebound alami setelah tekanan jual pekan lalu. “Ini contoh nyata dari strategi buy the dip yang kembali bekerja cepat di sektor teknologi dan AI. Tidak ada faktor struktural yang merusak tren AI, bahkan laporan keuangan sejumlah perusahaan justru menunjukkan hasil yang kuat,” ucapnya. Baca juga: Wall Street Rebound, Saham Teknologi Naik Usai Data Tenaga Kerja AS di Atas Ekspektasi


(prf/ega)