Dilepas ke Indonesia Timur, 19 KK Transmigran Jateng Dibekali Satu Hektare Lahan, Jaminan Kebutuhan Hidup dan Keterampilan

2026-01-11 23:15:53
Dilepas ke Indonesia Timur, 19 KK Transmigran Jateng Dibekali Satu Hektare Lahan, Jaminan Kebutuhan Hidup dan Keterampilan
SEMARANG, – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memberangkatkan 19 kepala keluarga (KK) atau 73 jiwa calon transmigran ke sejumlah daerah tujuan, yakni Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.Program transmigrasi 2025 ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan penduduk dan penguatan ekonomi keluarga.Para calon transmigran dibekali lahan seluas satu hektare serta berbagai keterampilan kerja untuk menunjang kehidupan di daerah tujuan.“Mereka diberikan lahan usaha beserta pekarangan seluas satu hektare. Ada juga bantuan dari UPZ, perbenihan, serta pelatihan dasar di balai latihan kerja (BLK) kami, mulai dari pertanian, peternakan, hingga perbaikan alat rumah tangga,” tutur Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Azis dalam keterangan tertulis.Baca juga: BMKG: Ini Wilayah Jateng yang Akan Dilanda Hujan Hari Ini 17 Desember 2025Salah satu calon transmigran, Sri Parwiti, warga Kabupaten Pekalongan, akan berangkat bersama suaminya Andi Suprapto dan empat anaknya menuju Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.“Senang sekali, ini mimpi kami. Kami mendaftar sejak 2022, bahkan sempat berpindah ke daerah lain, tapi tidak ada kuota. Kemudian kami kembali ke Jawa Tengah. Alhamdulillah, baru satu tahun sudah dipanggil,” ujar Sri sebelum pemberangkatan di Kantor Disnakertrans Jateng, Selasa .Sri Parwiti menyebut, motivasi utama mengikuti program transmigrasi adalah untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Ia dan suaminya bertekad bekerja keras serta memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah demi kehidupan yang lebih sejahtera.Selain memperoleh lahan seluas satu hektare, para transmigran juga mendapatkan rumah tinggal serta jaminan kebutuhan hidup selama satu tahun di lokasi penempatan.Hal serupa disampaikan Rosalia, calon transmigran asal Kabupaten Grobogan. Ia mengaku tertarik mengikuti program ini demi masa depan keluarga yang lebih baik.“Ingin menjadi lebih baik, bisa menyekolahkan anak untuk masa depan. Sebelum berangkat, kami dilatih oleh pemerintah provinsi, mulai dari keterampilan bercocok tanam hingga kerajinan tangan,” ungkap ibu rumah tangga tersebut.Ahmad Azis menjelaskan, program transmigrasi Jateng 2025 diikuti oleh 19 KK atau 73 jiwa yang akan ditempatkan di empat wilayah tujuan, yakni Waleh, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara; Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah; Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat; serta Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.Para peserta berasal dari 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah, meliputi Kabupaten Semarang, Rembang, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Batang, Blora, Pekalongan, Klaten, Sragen, Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Grobogan, Demak, Kebumen, Purworejo, Kota Surakarta, dan Kota Semarang.“Mereka disaring dari sekitar 400 KK atau 1.600 jiwa, yang mendaftar sebagai calon transmigran pada 2025,” kata Azis.Sebelum diberangkatkan, para calon transmigran telah mengikuti berbagai pelatihan, antara lain budidaya pertanian, perbaikan alat rumah tangga, kelistrikan, pertukangan, kerajinan tangan, hingga pembekalan kedisiplinan.Azis berharap para transmigran mampu menata kehidupan baru secara mandiri dan berkelanjutan di daerah tujuan.Ia menambahkan, pemberangkatan ini juga dibarengi dengan pelepasan 127 calon transmigran dari berbagai daerah yang dilakukan secara daring oleh Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi.


(prf/ega)