Hari Ayah Nasional 12 November, Sejarah dan Makna Perayaannya

2026-02-05 01:08:41
Hari Ayah Nasional 12 November, Sejarah dan Makna Perayaannya
- Ayah merupakan sosok penting dalam kehidupan setiap anak. Ia bekerja keras, berjuang tanpa lelah, dan menjadi pelindung serta teladan dalam keluarga.Sebagai bentuk penghargaan atas perannya, setiap tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional di Indonesia.Momen ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa terima kasih, kasih sayang, dan apresiasi terhadap pengorbanan ayah dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya.Peringatan Hari Ayah Nasional lahir dari inisiatif masyarakat yang digagas oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) pada tahun 2004.Gagasan ini muncul sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi ayah dalam menjaga keutuhan keluarga dan membentuk karakter anak bangsa.Baca juga: Hari Jomblo Sedunia 11 November, Ini Sejarahnya Mengutip dari laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hari Ayah Nasional berawal dari kegiatan yang diadakan oleh PPIP pada tahun 2004.Kala itu, PPIP menggelar lomba menulis surat untuk ibu dalam rangka peringatan Hari Ibu di Kota Solo, Jawa Tengah. Dalam acara tersebut, seorang peserta bertanya kapan hari khusus untuk ayah diperingati, sebagaimana Hari Ibu yang sudah dikenal luas di Indonesia.Pertanyaan sederhana itu kemudian mendorong PPIP melakukan survei serta mengadakan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surakarta.Tujuannya untuk mengusulkan penetapan hari khusus bagi ayah sebagai bentuk penghargaan atas peran penting mereka dalam keluarga.Namun, saat itu belum ditemukan tanggal yang tepat. Setelah melalui proses pengkajian selama hampir dua tahun, akhirnya pada tahun 2006 ditetapkanlah 12 November sebagai Hari Ayah Nasional.Penetapan tersebut disertai peluncuran buku berisi kumpulan surat anak-anak kepada ayah mereka sebagai simbol penghormatan dan kasih sayang.Deklarasi Hari Ayah Nasional digelar di Pendapi Gede Balai Kota Solo, dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai daerah dan kalangan.Baca juga: 7 Tokoh Pertempuran Surabaya, Kisah di Balik Hari Pahlawan 10 NovemberHari Ayah Nasional hadir sebagai pengingat bahwa peran ayah dalam keluarga sama pentingnya dengan ibu.Jika Hari Ibu identik dengan kasih sayang dan kelembutan, maka Hari Ayah menjadi simbol tanggung jawab, keteguhan, dan teladan yang penuh pengorbanan.Peringatan ini juga menjadi ajakan untuk menguatkan kembali hubungan antara anak dan ayah, serta menumbuhkan rasa hormat dan kebanggaan terhadap sosok ayah di tengah keluarga.Meskipun belum ditetapkan sebagai hari libur nasional, peringatan ini dirayakan secara luas oleh masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti penulisan surat, pemberian ucapan, hingga acara keluarga sederhana untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada ayah.Baca juga: 10 November, Sejarah Hari Pahlawan Nasional dan Api Pertempuran Surabaya Selain peringatan nasional di Indonesia, dunia internasional juga mengenal Hari Ayah Sedunia (Father’s Day) yang dirayakan setiap hari Minggu pada pekan ketiga bulan Juni.Kedua peringatan ini memiliki semangat yang sama, yaitu menegaskan pentingnya peran ayah dalam keluarga dan masyarakat. Sosok ayah diharapkan menjadi panutan dalam membangun generasi yang kuat, berkarakter, dan berakhlak mulia.Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengucapkan terima kasih, tetapi juga menunjukkan kasih dan kepedulian secara nyata kepada sosok ayah, pahlawan tanpa tanda jasa dalam kehidupan keluarga.Baca juga: Hari Wayang Nasional 7 November, Ini Sejarah dan Asal-usulnya 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-05 01:47