Jakarta - TNI membantah video bernarasi bantuan yang disalurkan ke warga terdampak bencana di Sumatera melalui airdrop helibox dari pesawat hanya kardus kosong.TNI menjelaskan konsep airdrop helibox yang dikirim ke wilayah-wilayah terdampak bencana Sumatera yang sulit dijangkau melalui pendaratan langsung.Komandan Batalyon Perbekalan Angkutan (Perbekang) 5 ARY, Letkol CBA Supriyanto menyampaikan, bantuan dijatuhkan menggunakan prosedur baku dengan muatan yang sahih, sesuai kaidah keselamatan penerjunan udara. Dia menyampaikan secara rinci mekanisme pengemasan logistik dengan metode airdrop tersebut.Advertisement"Setiap helibox yang diterjunkan telah melalui inspeksi setelah diisi, diperiksa oleh anggota, dan disaksikan perwira. Baik sebelum dinaikkan ke truk maupun sebelum dimuat ke pesawat. Isinya dicek, tali dan lakbannya dipastikan kuat," ujar Supriyanto yang bertugas sebagai Komandan Tim Rigger Airdrop pada Satgas Udara, dikutip dari siaran pers, Selasa ."Tidak mungkin helibox kosong bisa ikut diterjunkan," sambungnya.Dia menuturkan, helibox memiliki tinggi sekitar 73 sentimeter, sementara muatan logistik di dalamnya berada di kisaran 30 sentimeter. Hal itu menyisakan rongga di bagian atas sekitar 35–37 sentimeter.Secara kasat mata, kondisi tersebut kerap terlihat seolah kosong, padahal muatan telah terikat dan terpatri di bagian dalam."Batas maksimal berat helibox adalah 5 kilogram. Jika diisi penuh, beratnya bisa mencapai 9 kilogram dan berisiko rusak saat airdrop. Karena itu, muatan tidak diisi sampai penuh ke atas. Inilah yang sering menimbulkan salah sangka," papar Supriyanto.
(prf/ega)
Disebut Kirim Bantuan Kosong ke Korban Bencana Sumatera, TNI Jelaskan Konsep Airdrop dengan Helibox
2026-01-12 06:12:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:15
| 2026-01-12 05:54
| 2026-01-12 05:43
| 2026-01-12 05:04
| 2026-01-12 04:36










































