ASDP Aktifkan Tiket Manual di Aceh demi Jaga Mobilitas Warga Terdampak Banjir

2026-01-12 06:15:52
ASDP Aktifkan Tiket Manual di Aceh demi Jaga Mobilitas Warga Terdampak Banjir
-PT ASDP Indonesia Ferry Persero membuka layanan tiket manual dan menambah armada di Aceh untuk menjaga mobilitas warga di tengah gangguan jaringan pascabanjir."Di Aceh, gangguan listrik dan jaringan membuat tiket digital tak dapat diakses. ASDP segera kembali membuka tiket manual agar masyarakat tetap bisa menyeberang tanpa hambatan teknologi," kata Direktur Operasional dan Transformasi ASDP Rio Lasse di Jakarta, Minggu .Kondisi di Kabupaten Aceh Singkil memperlihatkan dampak paling berat.Longsor di Kelurahan Rimo memutus jalan dan kapal menjadi satu-satunya moda yang mampu mengangkut warga, karyawan, serta bantuan menuju Pulau Banyak dan Pulau Sinabang.KMP Teluk Sinabang dan KMP Aceh Hebat 3 disiagakan penuh.Baca juga: Cara Aktivasi Internet Gratis Starlink di Daerah Banjir Aceh, Sumut, dan SumbarASDP juga mengirim telepon satelit ke Danau Toba, Singkil, Banda Aceh, dan Padang untuk memastikan koordinasi tetap berjalan."Perangkat ini menjadi tulang punggung koordinasi ketika jaringan seluler nyaris hilang," ujar Rio.Akses jalan terhambat, jembatan putus, dan jaringan komunikasi hilang-timbul membuat masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menghadapi tantangan besar. Rio menyebut ASDP terus menjaga mobilitas serta aliran bantuan."Di tengah situasi yang bergerak cepat itu, ASDP tetap berdiri sebagai salah satu simpul penting yang menjaga mobilitas dan mengalirkan bantuan di wilayah terdampak," tuturnya.Protokol darurat telah diaktifkan untuk memastikan layanan tetap berjalan dengan prioritas pada keselamatan. Rio menegaskan ASDP juga fokus pada perlindungan karyawan serta keluarga mereka."Kami menjaga agar layanan tetap tersedia, sekaligus memastikan karyawan dan keluarga di daerah terdampak mendapat perlindungan,” tegasnya.Baca juga: Dahsyatnya Banjir Bak Tsunami Kecil di Aceh Utara….Tim ASDP di cabang-cabang Sumatera sejak awal cuaca ekstrem mendokumentasikan kondisi akses, menyiagakan armada, memantau cuaca, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah."Upaya ini dilakukan demi menjaga optimisme masyarakat bahwa gangguan tidak akan memutus sepenuhnya konektivitas antardaerah," jelas Rio.Situasi terberat terlihat di Sumatera Utara. Terputusnya akses menuju pelabuhan Sibolga membentang sepanjang 7–10 kilometer akibat jembatan rusak, tanah longsor, dan jalan yang amblas. Sekitar 20 titik lain juga masih dipenuhi material banjir.Kondisi berbeda terlihat di Danau Toba. Penyeberangan Ajibata, Ambarita, dan Balige tetap berjalan normal.ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap menjadi penghubung bagi warga di tengah bencana. "Dengan koordinasi yang solid dan komitmen pada keselamatan, pemulihan Sumatera diyakini dapat berlangsung lebih cepat, selangkah demi selangkah, bersama," kata Rio.


(prf/ega)