JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengisyaratkan bahwa pemerintah kemungkinan besar tidak akan memberikan insentif khusus sektor otomotif pada 2026.Pasalnya, pemerintah menilai industri otomotif nasional saat ini sudah cukup kuat dibandingkan beberapa waktu terakhir yang perlu distimulus dengan berbagai jenis insentif.Sebagai informasi, pada tahun ini pemerintah memberikan insentif khusus sektor otomotif di antaranya insentif untuk kendaraan listrik berbasis baterai yang akan segera berakhir pada akhir tahun ini.Baca juga: Investasi Industri Otomotif Tembus Rp 174 TriliunDok. Seven Event Ilustrasi suasana pameran GIIAS 2025Selain itu, digelarnya beberapa pameran otomotif besar seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Indonesia International Motor Show (IIMS), hingga Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) mengindikasikan industri ini mulai bergeliat."Insentif tahun depan tidak ada. Karena industrinya sudah cukup kuat. Apalagi sudah pameran di sini, kuat banget," ujarnya setelah menghadiri Kompas100 CEO Forum di ICE BSD, Rabu .Kendati demikian, Airlangga mengakui, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih mengkaji opsi insentif otomotif.Namun sampai saat ini masih belum ada kepastian insentif akan digelontorkan pada tahun depan.Baca juga: UMKM Otomotif Didorong Tembus Pasar Premium Lewat Harley Davidson Club Indonesia"Iya, dikaji tapi belum diputuskan," ucapnya.Dengan demikian, peluang pemerintah kembali memberikan insentif khusus sektor otomotif masih terbuka pada 2026."Masih ada peluang. Kita lihat hasil dari GIIAS ini," tukasnya.
(prf/ega)
Menko Airlangga Isyaratkan Tak Ada Insentif untuk Otomotif pada 2026, Kenapa?
2026-01-12 07:24:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:13
| 2026-01-12 06:48
| 2026-01-12 06:01
| 2026-01-12 05:31










































