Bakal Ada Revolusi AI, Jokowi Minta Semua Pihak Waspada

2026-01-15 01:55:29
Bakal Ada Revolusi AI, Jokowi Minta Semua Pihak Waspada
JAKARTA, - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, revolusi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan terjadi dalam kurun waktu lima hingga 15 tahun ke depan.Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan semua pihak untuk waspada terkait revolusi kecerdasan buatan tersebut."Saya juga yakin bahwa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, bahkan 15 tahun ke depan, akan ada revolusi robot humanoid yang besar. Dan akan ada revolusi AI yang besar. Jadi, waspadalah terhadap hal ini," kata Jokowi saat berpidato di Bloomberg New Economy Forum, Singapura, Jumat .Baca juga: Jokowi Serukan Bank Dunia, IMF, hingga WTO Redefinisi Sistem di Era Ekonomi CerdasDalam forum tersebut, Jokowi juga membahas soal berkembangnya ekonomi cerdas yang mendefinisikan ulang sistem dan proses yang berlakuselama ini.Menurutnya, ekonomi cerdas turut mendefinisikan ulang strategi untuk mendapatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi."Bagi saya, ini bukan hanya tanggung jawab nasional. Ini juga merupakan panggilan bagi lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Mereka harus mendefinisikan ulang instrumen keuangan mereka, sistem keuangan mereka, dan infrastruktur digital mereka," ujar Jokowi.Baca juga: Jokowi Optimistis Asia Tenggara Bakal Lahirkan Perusahaan Unicorn, Ikuti Jejak Silicon ValleyPendefinisian ulang ini, kata Jokowi, perlu diterapkan di hampir seluruh sektor, tetapi dapat dimulai dari bidang pendidikan dan kesehatan terlebih dahulu."Kita harus mendefinisikan ulang proses, sistem, dan strateginya, agar kita dapat tumbuh lebih baik dan lebih cepat," ujar Jokowi.Jokowi turut menyebut Indonesia sebagai negara yang terus bertransformasi, berinovasi, dan membangun fondasi yang kuat.Baca juga: Jokowi: Saya Sangat Tak Setuju Lapangan Kerja akan Hilang di Era Ekonomi CerdasDengan kerja sama dan kolaborasi, Jokowi meyakini bahwa Indonesia dengan Asia Tenggara dapat menjalankan ekonomi cerdas tersebut."Saya percaya bahwa dalam ekonomi baru ini, negara, perusahaan, dan masyarakat yang dapat mengintegrasikan kecerdasan ke dalam tata kelola, industri tata kelola, dan sistem sosial akan tumbuh lebih baik dan lebih cepat," ujar Jokowi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 01:39